Satgas Sisakan Satu Tugas soal Investigasi Anti-Doping

ADVERTISEMENT

Satgas Sisakan Satu Tugas soal Investigasi Anti-Doping

Mercy Raya - Sport
Jumat, 04 Feb 2022 21:11 WIB
Menpora Zainudin Amali
Menpora Zainudin Amali dan Raja Sapta Oktohari (dok Kemenpora)
Jakarta -

Indonesia secara resmi telah dipulihkan statusnya oleh Badan Anti Doping Dunia (WADA). Tapi bukan berarti pekerjaan Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA telah rampung.

Ketua Satgas Raja Sapta Oktohari menyebut timnya masih memiliki sisa tugas yaitu investigasi dan pengawasan terhadap eksistensi Indonesia Anti Doping Organization (IADO).

"Bagi kami Satgas dua mandat utama telah mampu diselesaikan sehingga mandat terakhir akan segera kami laksanakan yaitu investigasi sembari tetap melakukan supervisi terhadap eksistensi LADI," kata Okto di sela-sela pengumuman Indonesia secara resmi terbebas dari sanksi WADA, di Wisma Kemenpora, Senayan, Jumat (4/2/2021).

"Sebagaimana komitmen kami kepada WADA untuk mengawal proses pemulihan kembali kepatuhan LADI serta memastikan anti doping Indonesia sebagai mitra strategis dari nasional olimpik komite yang bisa bekerja secara terpercaya, independent, profesional, dan modern."

Sehubungan itu, Satgas akan menunggu surat resmi untuk berkoodirnasi dengan stakeholder baik dari kepolisian, aparat hukum, dan kejaksaan supaya proses investigas bisa dilakukan secara terbuka. "Bahwa apapun ini harus dicari di mana salahnya dan jadi modal agar tidak terjadi lagi pada kemudian hari," kata Okto yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Seperti diketahui, WADA menjatuhkan sanksi selama satu tahun terhadap LADI (kini bernama IADO) karena dinilai non-compliance terhadap WADA Code pada 7 Oktober 2021.

Imbas sanksi tersebut, Merah Putih tak bisa berkibar takala atlet Indonesia naik podium. Tak cuma itu, nasib Indonesia menjadi tuan rumah sejumlah event seperti ANOC World Beach Games serta ASEAN Para Games pun harus menunggu sanksi WADA terhadap LADI dicabut.

Okto juga menjelaskan dalam tiga bukan ke depan, WADA akan meninjau ulang perkembangan LADI, yang kini berubah nama menjadi IADO. "Kita boleh berbahagia karena Merah-Putih sudah bisa berkibar lagi. Tapi jika tidak hati-hati maka kita bisa mendapatkan situasi yang sama," ujarnya.

"Insya Allah semua pelajaran ini akan menjadi daya dorong untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Kami percaya dengan pembentukan organization anti doping yang baru ini, bukan hanya untuk Indonesia tapi berkontribusi untuk dunia," dia mengharapkan.

Simak Video 'Indonesia Bebas dari Sanksi WADA!':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT