Sanksi WADA Dicabut, NPC Fokus ke Persiapan ASEAN Para Games

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 05 Feb 2022 12:50 WIB
NAY PYI TAW, BURMA - JANUARY 15: An athelete gets ready to compete in the mens 100m sprint event during the 7th ASEAN Para games held at the Wunna Theikdi Sports Complex on January 15, 2014 in Nay Pyi Taw, Burma.(Photo by Ruben Salgado Escudero/Getty Images)
Ilustrasi ASEAN Para Games (Getty Images)
Jakarta -

Komite Paralimpiade Nasional (NPC) menyambut positif pencabutan sanksi WADA terhadap Indonesia. Keputusan itu membuat langkah mereka menyongsong ASEAN Para Games kian mantap.

WADA seperti diketahui secara resmi mengumumkan pencabutan sanksinya kepada Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), yang kini disebut Indonesia Anti Doping Organization (IADO).

Pengumuman resmi pencabutan sanksi bagi Indonesia diumumkan dalam laman resmi WADA pada Kamis (3/2/2022). Dengan adanya pencabutan sanksi ini bendera Merah-Putih tak hanya bisa berkibar kembali di pentas internasional. Tapi Indonesia juga diperkenankan untuk menjadi tuan rumah ajang-ajang olahraga level dunia, baik single maupun multievent.

National Paralympic Committee (NPC) Indonesia mengapresiasi kerja keras Kementerian Pemuda dan Olah raga dan Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA dalam memperjuangkan Indonesia untuk terbebas dari sanksi.

"NPC Indonesia sangat gembira dengan dicabutnya sanksi dari WADA ini. Kami berterima kasih kepada Kemenpora dan tim Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA yang telah berjuang untuk membebaskan Indonesia dari sanksi WADA," ucap Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun, dalam rilis yang diterima detikSport.

"Dengan adanya pembebasan sanksi WADA ini maka NPC Indonesia bisa lebih fokus untuk mempersiapkan atlet menuju event internasional dan persiapan menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022," ujarnya.

Hal serupa diungkapka Wakil Sekretaris Jenderal NPCI, Rima Ferdianto, yang menyebut pencabutan sanksi dari WADA sangat memengaruhi status Indonesia sebagai tuan rumah APG 2022.

"Selama periode berlakunya sanksi WADA, status Indonesia masih sebagai conditional host, maka dengan adanya pembebasan sanksi WADA tersebut, maka kini telah berubah menjadi official host atau tuan rumah resmi ASEAN Para Games 2022," kata Rima.

Menurut Rima, bahwa dalam waktu dekat NPCI akan meningkatkan intensitas koordinasi dengan ASEAN Para Sport Federation (APSF) untuk membahas persiapan APG 2022.

Rencananya pada Minggu (6/2), APSF akan mengadakan rapat internal untuk membahas status terkini Indonesia selepas dicabutnya sanksi dari WADA. Sebelum kemudian dua hari berikutnya, APSF akan melakukan pertemuan virtual dengan NPC Indonesia guna membahas draft kontrak tuan rumah dan detail pelaksanaan APG 2022.

"Persiapan Indonesia menuju APG semakin serius dengan akan diadakannya rapat dengan ketua-ketua Komite Nasional Paralimpik negara-negara se-Asia Tenggara pada 17 Februari mendatang untuk menentukan finalisasi cabang olah raga di APG 2022," Rima mengungkapkan.

Sejalan dengan NPCI, rasa bangga dan ucapan syukur dipanjatkan oleh atlet para-bulu tangkis Indonesia, Leani Ratri Oktila.

"Puji Tuhan akhirnya sanksi Indonesia dicabut oleh WADA. Sabagai atlet yang membela nama Indonesia di ajang internasional, pencabutan sanksi ini sangat penting karena bisa meningkatkan semangat atlet dalam bertanding," ucap Ratri.

Peraih dua medali emas dan satu perak di Paralimpiade Tokyo 2020 itu juga memuji kerja keras Kemenpora dan Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA dalam pembebasan sanksi.

"Saya berterima kasih kepada Kemenpora dan tim Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi. Jujur sebagai seorang atlet, pembebasan sanksi WADA ini dapat membantu meningkatkan mental kita saat berlaga di lapangan," Ratri mengungkapkan.

(mcy/aff)