IMI Minta Maaf Soal IMI Awards
Selasa, 16 Mei 2006 07:50 WIB
Jakarta - Usai perayaan 100 tahun IMI yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pekan lalu, ternyata sejumlah protes mengalir kepada PP IMI. Intinya banyak pihak, terutama dari kalangan pembalap senior mengaku tak puas terhadap pemberian award kepada sejumlah insan otomotif yang menerimanya di IMI Award itu. Lifetime Acvhievement Award kepada Hutomo Mandala Putra memang diakui sangat layak menerimanya. Tapi, penghargaan Internasional Achievement terhadap Ananda Mikola, Alexandra Asmasoebrata, Moreno Suprapto, Doni Tata, dan Rama Danindro rasanya kurang pas karena tak mewakili insan otomotif secara keseluruhan. Alhasil, protes pun ramai mengalir.Terhadap protes itu, Juliari 'Ari' Batubara sebagai Ketua Umum PP IMI pun menerima dengan lapang hati. Menurut Juliari, apa pun protes atau kritik dari insan otomotif atau wartawan tetap dianggap sebagai masukan agar IMI bisa lebih baik di kemudian hari. Juliari juga tak tinggal diam.Di Kantor PP IMI, Senayan, Jakarta, ia menggelar jumpa pers untuk menjawab sejumlah kritik dan protes. Menurut Ari, penghargaan yang diberikan kepada sejumlah insan otomotif itu bukanlah akhir dari penghargaan yang akan diberikan IMI kepada segenap insan otomotif. Pasalnya, ke depan, masih akan ada penghargaan-penghargaan lain kepada semua pelaku otomotif yang memang dianggap berjasa."Kalau ada pihak-pihak yang tak puas, dengan kerendahan hati, saya Ketua Umum PP IMI mohon kiranya dimaafkan. Memang dalam setiap pemilihan apa pun akan selalu ada puas dan tak puas. Kalau pun ada pihak yang puas, saya ikut senang. Tapi, kalau juga ada yang tak puas, kami mohon dimaafkan karena bagaimana pun penjuarian sudah berjalan dan itu sudah diumumkan," kata Juliari.Menurut Juliari, ke depan, ia dan rekan-rekannya di PP IMI akan tetap memikirkan untuk mencari satu momen yang tepat untuk bisa memberikan penghargaan kepada pelaku otomotif yang dianggap berjasa terhadap dunia otomotif nasional atau yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.Mereka misalnya, Aswin Bahar, Tinton Suprapto, Helmy Sungkar, Dolly Indra Nasution, Beng Suswanto, Popo Hartopo, Johny Pranata, atau para insan otomotif yang sudah mendahului kita seperti Hengki Iriawan atau Saksono."Sungguh kami bukannya melupakan sejarah. Tapi, memang itu hasil yang dikeluarkan juri dan langsung diumumkan saat IMI Award. Yang pasti, kami tengah memikirkan untuk bisa memberikan penghargaan kepada mereka-mereka yang memang kami anggap berjasa terhadap dunia otomotif nasional. Terus terang, saya pun sangat menghormati mereka dan tak akan pernah melupakan jasa mereka terhadap dunia otomitif nasional. Kami akan cari waktu yang tepat untuk itu," tandas Ari yang didampingi MS Zulkarnaen selaku Wakil Ketua Umum PP IMI. (erk/)











































