ADVERTISEMENT

Atlet Rusia Dilarang Tampil di Seluruh Ajang Olahraga Internasional

Mercy Raya - Sport
Selasa, 01 Mar 2022 12:23 WIB
TOKYO, JAPAN - MARCH 25: A boat sails past the Tokyo 2020 Olympic Rings on March 25, 2020 in Tokyo, Japan. Following yesterdays announcement that the Tokyo 2020 Olympics will be postponed to 2021 because of the ongoing Covid-19 coronavirus pandemic, IOC officials have said they hope to confirm a new Olympics date as soon as possible. (Photo by Carl Court/Getty Images)
IOC juga beri sanksi ke atlet Rusia dan Belarusia. (Foto: Getty Images/Carl Court)
Jakarta -

Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi melarang atlet dan ofisial Rusia, dan Belarusia, tampil di seluruh ajang olahraga internasional.

Keputusan tersebut diumumkan lewat laman IOC pada, Senin (28/2/2022). IOC, disebutkan dalam lamannya, awalnya tak ingin turut melibatkan atlet atas keputusan yang diambil pemerintah negaranya jika si atlet terbukti tak terlibat.

"Kami berkomitmen untuk kompetisi yang adil untuk semua orang tanpa diskriminasi. Tapi perang yang terjadi di Ukraina membuat dilema bagi Gerakan Olimpiade. Ketika atlet dari Rusia dan Belarusia masih dapat berpartisipasi dalam acara olahraga, di sisi lain atlet dari Ukraina dicegah keikutsertaannya karena serangan yang terjadi pada negara mereka," bunyi pernyataan tertulis IOC seperti dikutip detikSport.

IOC menyebutkan, bahwa kondisi ini adalah dilema yang tidak dapat dipecahkan. Namun setelah mempertimbangkan banyak hal, Dewan Eksekutif IOC akhirnya mengeluarkan keputusan guna melindungi integritas kompetisi olahraga global dan untuk keselamatan semua peserta.

Dalam lamannya, Dewan Eksekutif IOC merekomendasikan agar Federasi Olahraga Internasional dan penyelenggara acara olahraga tidak mengundang atau mengizinkan partisipasi atlet dan ofisial Rusia dan Belarusia dalam kompetisi internasional.

"IOC EB (Executive Board) sangat mendesak Federasi Olahraga Internasional dan penyelenggara acara olahraga di seluruh dunia untuk melakukan segala daya mereka untuk memastikan bahwa tidak ada atlet atau pejabat olahraga dari Rusia atau Belarus yang diizinkan untuk mengambil bagian atas nama Rusia atau Belarusia," sebutnya.

"Warga negara Rusia atau Belarusia, baik sebagai individu atau tim, harus diterima hanya sebagai atlet netral atau tim netral. Simbol, warna, bendera, atau lagu kebangsaan juga tidak boleh ditampilkan."

Tak hanya itu, IOC juga merekomendasikan agar tidak ada satu pun kegiatan olahraga yang digelar di Rusia atau Belarusia. Mereka juga sekaligus mencabut piagam Olimpiade dari semua orang-orang yang saat ini memiliki fungsi penting dalam pemerintahan Federasi Rusia atau posisi tinggi terkait pemerintah lainnya.

Di antaranya Presiden Rusia Vladimir Putin (medali emas, 2001), Wakil Perdana Menteri Federasi Rusia Dmitry Chernyshenko (emas, 2014), Wakil Kepala Staf Kantor Eksekutif Presiden Dmitry Kozak (emas, 2014).

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT