ADVERTISEMENT

WBC Minta Gelar Juara Tibo Monabesa Tak Diakui, Ini Sebabnya

Adhi Prasetya - Sport
Rabu, 09 Mar 2022 13:10 WIB
Petinju Indonesia Tibo Monabesa melakukan selebrasi usai mengalahkan Petinju Filipina Jayson Vayson untuk memperebutkan gelar juara WBC International kelas terbang ringan 48,9 kilogram di Holywings Gatsu Club V, Jakarta, Minggu (27/2/2022). Petinju Indonesia Tibo Monabesa berhasil mempertahankan gelar juara WBC International kelas terbang ringan 48,9 kilogram usai mengalahkan Petinju Filipina Jayson Vayson dengan menang angka. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Selebrasi Tibo (kuning) usai memenangi laga atas Jayson. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

WBC mengumumkan gelar juara dunia tinju kelas terbang ringan yang diraih Tibo Monabesa usai mengalahkan Jayson Vayson (Filipina) di Jakarta pada 27 Februari lalu tak diakui. Ada sejumlah faktor yang mendasari keputusan tersebut.

Dilaporkan Antara, Selasa (8/3/2022) malam, keputusan itu tertuang dalam surat yang ditandatangani Presiden WBC Mauricio Sulaiman yang ditujukan kepada Presiden Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Manahan Situmorang.

Tibo diberitakan menang lewat keputusan mayoritas. Juri Rocky Joe memberi nilai 95-93, Ricardo Simanungkalit memberi nilai 95-94, dan Teguh Tambunan memberi skor 94-94.

Namun WBC menilai juri yang ada tidak netral karena semua berasal dari Indonesia. Wasit pun diketahui juga berasal dari Indonesia, yakni Philipus Elungan.

"Komisi Ofisial WBC telah mengkaji kembali pertandingan Tibo Monabesa melawan Jayson Vayson. Dari 10 juri yang mengevaluasi pertandingan itu memutuskan kemenangan untuk Jayson Vayson dengan selisih angka besar," bunyi pernyataan Sulaiman.

"WBC memutuskan pertandingan ini No Contest (tidak ada yang menang ataupun kalah) dan tidak mengakui kemenangan Monabesa," jelas Sulaiman.

Lebih lanjut, WBC memutuskan untuk memberi opsi, yakni untuk menerima keputusan badan tinju dunia ini dan mengubah hasil pertandingan menjadi No Contest untuk kemudian memberitahukannya kepada laman Boxrec, atau menolak keputusan WBC dan mempertahankan kemenangan Tibo Monabesa.

WBC juga menawarkan seminar atau pelatihan kepada juri dan wasit tinju asal Indonesia agar lebih baik dalam membuat keputusan.

Petinju Indonesia Tibo Monabesa (kanan) bertanding melawan Petinju Filipina Jayson Vayson (kiri) untuk memperebutkan gelar juara WBC International kelas terbang ringan 48,9 kilogram di Holywings Gatsu Club V, Jakarta, Minggu (27/2/2022). Petinju Indonesia Tibo Monabesa berhasil mempertahankan gelar juara WBC International kelas terbang ringan 48,9 kilogram usai mengalahkan Petinju Filipina Jayson Vayson dengan menang angka. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YUTibo (kanan) saat bertarung melawan Jayson. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

"Kami akan senang memberikan seminar kepada juri dan wasit Anda via zoom dalam pengawasan WBC University yang bisa bermanfaat untuk kerja dalam keseragaman. Kami sangat menantikan tanggapan Anda," kata Mauricio Sulaiman.

Promotor Tibo, Armin Tan ketika ditanya terpisah menilai surat dari WBC tak serta-merta membuat kemenangan Tibo menjadi batal. WBC hanya memberi pilihan, dan keputusan mengakui atau tidaknya kemenangan Tibo tetap di tangan ATI.

"Dalam hal ini, ATI yang memutuskan gitu. Saya tak tahu menahu soal skor, saya hanya promotor dan tak tahu menahu masalah nilai. Siapapun yang menang, saya tak ambil pusing," ujar Armin kepada detikSport.

"Katakanlah WBC meminta tarung ulang, gitu, ya bisa-bisa saja, kenapa tidak? Saya serahkan semua ke ATI."

"Tapi bukan berarti mereka (WBC) nyatakan batal, tidak. Kalau ATI bersikukuh dengan kemenangan untuk Tibo, ya berarti dia tetap menang. Kalau ATI berkeyakinan mereka menilainya benar, ya maju saja," jelas Armin.



Simak Video "Fenomena Pertandingan Tinju yang Libatkan Selebritis"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT