Rifat Tak Sabar Beraksi

Reli Asia Pasifik 2006

Rifat Tak Sabar Beraksi

- Sport
Jumat, 26 Mei 2006 03:15 WIB
Rotorua - Usai melakukan survey sepanjang 4 Special Stages (SS) dari total 12 SS di hari pertama, seri 3 Asian Pacific Rally Championship (APRC), Selandia Baru, Kamis (25/5/2006) waktu setempat, Rifat Sungkar mengaku exciting dengan karakter trek yang rata-rata high speed.Menjajal kawasan Pinnacles 1, Maniatutu, Pinaccles 2 dan Lake Rotoehu direspon dengan rasa tak sabar beraksi oleh bintang Reli Indonesia ini. "Dahsyat deh pokoknya. Apalagi dengan total peserta sampai 71 starter begini, wah rasanya saya sudah tak sabar menunggu hari-H. Saya bahkan sampai bermimpi seandainya kejurnas reli di Indonesia bisa seperti ini, bakal canggih deh reli nasional," tutur Rifat dalam e-mail yang diterima detiksport, Jumat (26/5/2006). Suhu dingin yang mencapai 5 derajat celcius pun tak membuat putra sulung pasangan pereli Helmy dan Ria Sungkar ini grogi. Sebaliknya, Rifat yang dinavigatori M. Herkusuma ini justru mengaku tertantang dengan suhu dingin seperti ini. Apalagi, menurut Rifat, ini sekaligus akan jadipersiapan baginya untuk tampil di penghujung seril APRC di Cina, akhir November nanti. "Saat reli di Cina nanti, suhu akan lebih dingin dari di New Zealand. Jadi, ini sekalligus jadi pembelajaran bagi saya dan Heru, juga peserta Indonesia yang lain, Subhan Aksa yang berpasangan dengan Hade Mboi. Lebih unik lagi, ada SS di Motu, itu SS 3, yang panjangnya sampai 48 km dan jalannya berkelok-kelok. Benar-benar dahsyat," imbuhnya Rifat.Kebahagian Rifat juga makin lebih karena saat survey, Rifat yang akan mengendarai mobil barunya, Mitsubishi Evo IX, merasa mobilnya benar-benar kencang dan mudah diajak bekerja sama. Reece Jones, Kepala tim Teknik Rifat yang asal New Zealand pun mengakui kalau mobil Rifat sudah dalam kondisi siap tempur. Harris Gondokusumo, Manajer tim RFT Management yang menaungi Rifat pun tak kalah bersemangat. Menurut Harris, New Zealand memang dari dulu terkenal sebagai biangnya reli. Jika di negara lain peserta hanya mencapai 30 an, di New Zealand bisa membludak karena mereka rata-rata punya jenjang reli yang sangat jelas."Reli di New Zealand memang gaungnya lebih dibanding negara-negara yang jadi tuan rumah APRC. Pereli-pereli muda mereka rata-rata sangat menonjol dan punya ambisi besar untuk bisa menembus seri World Rally Championship (WRC). Itu yang membuat peserta di New Zealand selalu membludak. Ini sangat bagus untuk persaingan, sekaligus uji mental bagi Rifat dan peserta Indonesia yang lain, Subhan Aksa," jelas Harris yang juga Ketua II Departemen Olahraga PP IMI. Rifat dan Heru akan start pada Ceremonial Start, Jumat (26/5/2006) sore waktu setempat, dari City Focus, Rotorua dengan nomor pintu 4 dan Subhan Aksa dengan nomor pintu 8. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads