Pesenam Curhat Tak Dikirim ke SEA Games, Menpora: Rekomendasi Tim Review

Mercy Raya - Sport
Rabu, 20 Apr 2022 18:10 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan keterangan pers menjelang pertandingan terakhir Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (31/3/2022). Menpora Zainudin Amali mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Liga 1 2021/2022 pada masa pandemi COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Mempora Zainudin Amali merespons viralnya pesenam curhat tak dikirim ke SEA Games 2021. (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali angkat bicara terkait pesenam ritmik Sutjiati Narendra yang viral lantaran tak diberangkatkan ke SEA Games 2021, sekalipun siap untuk bayar mandiri.

Setelah kasus futsal, persoalan pengiriman cabor juga terjadi pada senam. Ialah Sutjiati, atlet senam ritmik menjadi perbincangan publik lantaran gagal berangkat ke SEA Games yang dijadwalkan berlangsung 12-23 Mei di Vietnam.

Ia bahkan sampai menulis surat terbuka untuk menyampaikan kegelisahannya terkait olahraga Indonesia.

Atlet berusia 18 tahun kelahiran New York ini mengatakan dalam surat terbukanya, dua bulan sebelum kejuaraan ia diberitahu bahwa tak diberangkatkan. Padahal sejak beres PON XX Papua, ia telah melakukan persiapan menuju multievent tersebut.

"Pelatih saya telah melakukan yang terbaik untuk membangun saya sebagai seorang atlet dan memberi saya persiapan yang diperlukan untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional. Namun, dalam proses ini lah kami mulai mengalami kesulitan. Di Negara Indonesia tercinta ini, kita para atlet tidak memiliki kesempatan cukup bersaing di kancah internasional dan kemudian tertahan untuk dikirim ke luar negeri karena dikatakan belum cukup berprestasi," bunyi petikan surat terbuka Sutji dalam akun Instagram pribadinya.

"Dikombinasikan dengan masalah pendanaan, kurangnya struktur organisasi yang efisien, dan minimnya perencanaan yang efektif. Oleh karena itu, kita memiliki banyak atlet di Indonesia yang telah menjadi korban dari sistem yang tidak maksimal ini," kata dia menambahkan.

Mengomentari hal itu, Menpora kembali mempertegas soal dasar pemilihan cabor dan atlet yang dikirim ke SEA Games.

"Sudah berkali-kali saya sampaikan bahwa rekomendasi tim review itu lah yang menentukan atlet itu bisa berangkat atau tidak," kata Amali kepada detikSport, Rabu (20/4/2022).

"Pengiriman kontingen Indonesia ke SEA Games di Vietnam 2022 berdasarkan hasil review dari Tim review. Tidak ada intervensi dari pihak lain termasuk saya pun tidak bisa mengintervensi hasil kerja Tim review yang terdiri dari akademisi, praktisi, perwakilan KONI dan perwakilan KOI," ujarnya.

Sebelumnya, Menpora asal Gorontalo ini juga mengatakan bila pemilihan atlet juga tak ada hubungannya dengan anggaran.

"Saya tidak mau merespons soal itu (anggaran), karena kita tahu apa yang sedang dikerjakan. Semua terencana dengan baik, jadi ini tak ada urusan dengan anggaran. Ini urusan prestasi sesuai dengan rekomendasi tim review," kata Amali.

"Mengenai sistemnya ya tanya kepada tim review. Kalau dari Menpora saya menerima hasil peninjauan dari tim review, jadi mereka merekomendasikan cabor mana, nomor mana, atlet siapa, yang berangkat ke SEA Games 2021. Itu yang akan kita fasilitasi. Jadi, mau direkomendasikan berapapun, kita akan fasilitasi," dia melanjutkan.

"Jadi sekali lagi ini adalah rekomendasi dari tim review dan saya harus menghormati rekomendasi itu. Jadi tidak ada urusan dengan bahwa pemerintah tidak mampu dan sebagainya. Sekarang kami sedang menuju perbaikan karena kami sedang dalam perubahan paradigma. SEA Games dan Asian Games adalah sasaran antara dan kami tak sekadar memberangkatkan. Kami menggunakan ukuran-ukuran yang dilakukan tim review," kata politikus Golkar tersebut menegaskan.

(mcy/cas)