Laga Amal Esports dan Misi Kesetaraan Gender

Randy Prasatya - Sport
Kamis, 28 Apr 2022 05:15 WIB
ESports
Foto: Istimewa
Jakarta -

UniPin membuat terobosan dalam Esports di acara Charity Match Kartini Day. Ajang ini salah satu tujuannya menunjukkan kesetaraan gender.

UniPin dan pro player Mobile Legends yang mengikuti turnamen MPL Indonesia baru saja selesai menggelar laga amal atau Charity Match Kartini Day. Kolaborasi ini dihadirkan untuk meningkatkan kesadaran terkait kesetaraan gender di industri esports.

SVP UniPin Community, Debora Imanuella menyebutkan, terselenggaranya charity match ini ditujukan untuk membangun kesadaran mengenai kesetaraan gender, khususnya di industri esports. Ini juga dilakukan demi memberikan dukungan kepada seluruh gamers perempuan Indonesia agar untuk dapat maju dan bertanding di tingkatan kompetisi lebih tinggi.

"Charity match ini menggabungkan player laki-laki dan perempuan dalam satu tim. Hal ini kami lakukan untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya perempuan bisa ikut berkompetisi jika diberi kesempatan," kata Debora dalam keterangan pers.

Charity Match UniPin dan pemain MPL Indonesia melibatkan 10 pro player dari tim-tim besar untuk meramaikan pertandingan dan beradu kemampuan di game Mobile Legends: Bang-Bang.

Total 10 orang itu dibagi menjadi dua tim. Pertama adalah Tim Fearless yang terdiri dari Rebellion Vall, Geek Fam RenV, Bigetron (BTR) Kenn, Alter Ego RuneRune, dan ex-player Onic Zenith Crunchy.

Mereka akan berhadapan dengan tim Flawless yang beranggotakan Kitty dari Luna Nera, Chincaaw dari GPX, SwayLow dari Rebellion, Rippo dari BTR, dan Rupture dari Geek Fam.

Dengan format best-of-three (BO3), tim Fearless berhasil mendominasi pertandingan dan membuat tim Flawless tidak mampu berkutik dengan skor akhir 2-0.

Selanjutnya, tim pemenang akan menyumbangkan keseluruhan prize pool dengan total nilai Rp 33.922.552 kepada organisasi sosial Perempuan Jenggala.

Seluruh donasi yang terkumpul akan didonasikan untuk program Perempuan Ekonomi Mandiri di desa untuk pelatihan kreatif bagi para perempuan yang mengalami diskriminasi dan menjadi tulang punggung keluarga. Sehingga mereka bisa mendapatkan keterampilan mendasar untuk bertahan dan menafkahi keluarga mereka di masa depan.

"Semoga ke depannya tidak ada lagi diskriminasi bagi perempuan, semoga mereka bisa diberi kesempatan untuk menunjukkan bakat dan kemampuan di tingkat yang lebih tinggi," jelas Debora.



Simak Video "Sambutan Hangat untuk Tim Esports Peraih Medali di SEA Games 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/mrp)