ADVERTISEMENT

Besok, Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke SEA Games

Mercy Raya - Sport
Minggu, 08 Mei 2022 19:15 WIB
Sebanyak 476 atlet Indonesia akan diberangkatkan untuk bertanding dalam SEA Games Vietnam. Ratusan atlet tersebut siap bertanding di 31 cabor yang dilombakan.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Kontingen besar Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2021 secara resmi bakal dilepas Presiden RI Joko Widodo pada hari Senin (9/5/2022) besok.

Acara pelepasan kontingen ini rencananya dilangsungkan di Istana pukul 09.00 WIB. Demikian diungkapkan Menpora Zainudin Amali usai memimpin langsung seremoni pengukuhan kontingen RI di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (8/5).

"Hari ini sebagaimana teman-teman lihat bahwa kita sudah mengukuhkan kontingen SEA Games ke-31 di Vietnam. Tadi Bapak Ketum KOI (Raja Sapta Oktohari) sudah mengukuhkan dan besok insya Allah akan dilepas resmi oleh Bapak Presiden di Istana, pukul 09.00 WIB pagi," kata Amali.

Menyoal jumlah kontingen Indonesia, baik atlet, ofisial, maupun pendamping, Menpora asal Gorontalo itu menyebut bahwa semua sudah sesuai dengan yang disampaikan CdM kontingen Indonesia Ferry Kono yakni totalnya 499 atlet.

"Seperti yang sudah kami sampaikan bahwa kontingen kali ini berkurang dari (jumlah) kontingen yang kami kirim di SEA Games Filipina," kata Amali.

"Pengurangan karena kami melakukan review ketat atlet pada nomor cabor yang diikuti. Mudah-mudahan ini menjadi panduan ketat kita untuk multievent ke depan," tuturnya.

"Jadi saya kira inilah yang kita lakukan dengan paradigma baru pembinaan olahraga nasional. Mudah-mudahan akan menunjukkan hasil pada beberapa tahun ke depan."

"Kalau sekarang kita belum bisa berharap karena kami sekarang sedang membuat pondasi yang kuat terhadap pembinaan pretasi olahraga nasional. Sebagaimana arahan Presiden, beliau meminta kita melakukan review total tentang ekosistem pembinaan prestasi olahraga nasional," Amali menambahkan.

"Pemerintah berama KONI, KOI, dan cabor, kita bersinergi melakukan itu. Memang karena sistemnya yang diberlakukan melalui review tak bisa semua keinginan terpenuhi. Tapi kita menuju hal yang lebih baik. Sebab tak mungkin kita begini-begini saja prestasinya oleh karena itu tata kelola harus diperbaiki," ujar politikus Golkar ini.

(mcy/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT