Olimpiade Catur Turin 2006
Irwanto Kalahkan GM Erik van den Doel
Kamis, 01 Jun 2006 17:09 WIB
Jakarta - Irwanto Sadikin (elo raing 2452) yang baru sebulan lalu resmi menyandang gelar Master Internasional menjadi satu-satunya pecatur Indonesia yang mencetak kemenangan pada babak ke-10 Olimpiade Catur ke-37 di Turin, Italia, Kamis (1/6/2006) dinihari WIB.Irwanto mengalahkan GM Erik van den Doel (2579) di papan tiga. Ini kemenangan keempat Irwanto yang baru diturunkan sebanyak tujuh babak sehingga ia sudah membukukan 5 angka karena dua partai lainnya remis dan sekali kalah. Hasil tersebut membuat Irwanto menjadi satu-satunya pecatur Indonesia yang masih berpeluang meraih Norma GM, karena dari tujuh lawan yang sudah dihadapi Irwanto itu, empat di antaranya bergelar GM, dan rating rata-rata lawannya tersebut cukup tinggi, yaitu mencapai 2430. Jika ia mampu memenangkan dua babak lagi (sehingga mencapai persyaratan minimal 9 babak) dan rating rata-rata lawannya tetap berkisar antara 2381-2434 maka ia memenuhi persyaratan untuk meraih Norma GM!"Kami pasti akan menurunkan dia minimal dua kali lagi," tutur pelatih GM Edhi Handoko yang dibenarkan oleh Chef de Mission Muddai Madang seperti tertuang dalam rilis Humas PB Percasi Kristianus Liem kepada detiksport.Kemenangan Irwanto menjadi satu-satunya angka yang diperoleh tim Indonesia atas Belanda. GM Utut Adianto (2589), GM Susanto Megaranto (2524) dan MF Awam Wahono (2391) masing-masing dikalahkan GM Ivan Sokolov (2676), GM Loek van Wely (2655) dan GM L'ami Erwin (2565).Tambahan satu angka tersebut membuat tim Indonesia merosot dalam daftar ranking sementara ke urutan 46 dengan 22 VP. Pada babak kesebelas, putra Indonesia akan jumpa tim Kanada. Peserta putra terdiri dari 148 tim yang berasal dari 144 negara. Tim putri Indonesia di luar dugaan juga kalah telak 0,5-2,5 dari tim El Salvador. MFW Irene Kharisma Sukandar (2213) yang baru saja memenuhi kualifikasi menjadi Master Internasional Wanita bermain tidak secemerlang hari-hari sebelumnya sehingga dikalahkan MIW Lorena Marisela Zepeda Cortez (2122).Walau secara unggulan tim El Salvador memang lima tingkat lebih baik dari Indonesia tetapi kekalahan yang diderita terjadi lebih akibat kesalahan sendiri. Evie Lindiawati di papan dua tampil buruk dalam posisi dan materi menang melakukan berbagai kesalahan sehingga ditaklukkan MFW Ada Castaneda (2017). Satu-satunya hasil remis dibuat Tuti Rahayu Sinuaji dari MFW Gabriela Maria Melendez (1883).Tambahan setengah angka tersebut membuat ranking sementara putri Indonesia merosot ke peringkat 58 dari 108 regu dengan 14,5 VP. Pada babak kesebelas putri Indonesia jumpa Puerto Rico.Foto: Tim putra Indonesia (kiri) vs tim Belanda disaksikan pelatih GM Edhi Handoko dan Chef de Mission Muddai Madang pada latar belakang. (Kristianus Liem) (a2s/)











































