Cabor DBON Gagal Capai Target SEA Games, Menpora: Bakal Dievaluasi

Mercy Raya - Sport
Senin, 23 Mei 2022 16:10 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan keterangan pers menjelang pertandingan terakhir Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (31/3/2022). Menpora Zainudin Amali mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Liga 1 2021/2022 pada masa pandemi COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Menpora Zainudin Amali akan melakukan evaluasi usai cabor pilihan DBON gagal capai target. di SEA Games 2021. (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali segera melakukan evaluasi terhadap cabor-cabor DBON yang gagal mencapai target di SEA Games 2021 Vietnam. Penilaian ini perlu dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Indonesia finis di urutan ketiga klasemen di multievent yang berlangsung 12-23 Mei di Vietnam. Merah Putih merebut 69 medali emas, 92 medali perak, dan 80 medali perunggu. Pundi-pundi emas itu diperoleh dari sejumlah cabang olahraga, khususnya cabor yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Sebur saja dayung, panahan, dan menembak. Bahkan ada beberapa cabor yang membuat kejutan dengan memecahkan rekor SEA Games seperti angkat besi dan basket, yang mengukir sejarah dengan berhasil mempersembahkan medali emas.

Namun, dari antara keberhasilan itu, ada juga cabor yang tidak bisa memenuhi ekspetasi, seperti pencak silat dan atletik.

Dari target empat medali emas, pencak silat hanya mampu mempersembahkan satu gelar juara melalui ganda putri Ririn Rinasih/Riska Hermawan di cabang seni. Sementara nomor-nomor lainnya hanya mampu merebut lima medali perak dan tiga perunggu.

Pencapaian tak jauh berbeda juga dialami atletik. Alih-alih dapat menyumbang delapan medali emas, Lalu Zohri dkk hanya mampu meraih dua gelar juara. Emas pertama diraih Eki Febri Ekawati dari nomor tolak peluru putri dan emas kedua dari Odekta Elvina Naibaho di nomor marathon putri.

Khusus Eki malah tak masuk dalam bidikan. Ia nyaris tak bisa tampil lantaran nomornya sempat diputuskan tak dipertandingkan lantaran kekurangan negara peserta. Tapi siapa sangka dia berhasil menjadi yang pertama dan merebut medali emas usai tolakannya menembus catatan 15.20 meter, mengalahkan dua wakil Thailand yang menempati peringkat kedua dan ketiga di SEA Games 2021.

Atas hasil tersebut, Menpora Amali menyampaikan akan tetap melakukan evaluasi atas capaian cabor di SEA Games 2021 Vietnam. "Meskipun SEA Games bukan target utama dan hanya sasaran antara, kami tetap akan melakukan evaluasi, khusunya cabor yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)," kata Amali dalam keterangan tertulisnya.

Sesuai DBON, ada total 12 cabor unggulan untuk Olimpiade yakni atletik, bulutangkis, panjat tebing, senam artistik, angkat besi, balap sepeda, panahan, menembak, renang, dayung, karate, taekwondo, sedangkan wushu dan pencak silat cabor yang dipersiapkan untuk Indonesia tuan rumah Olimpiade. Sementara tiga cabor yang masuk industri yakni, sepakbola, voli dan basket.

"Nanti untuk evaluasinya ada yang akan saya langsung ke ketua umum cabor, ada pula yang melalui KOI, KONI dan Tim Review," kata Menpora asal Gorontalo ini.

"Yang pasti sistem promosi dan degradasi untuk cabor DBON masih akan kita terapkan, karena ini adalah cermin perubahan paradigma baru olahraga Indonesia untuk menjadi lebih baik," Amali mempertegas.

(mcy/cas)