ADVERTISEMENT

Citra Febrianti Akan Terima Medali Olimpiade 2012 pada Bulan September

Mercy Raya - Sport
Senin, 04 Jul 2022 17:50 WIB
Citra Febrianti
KOI mengungkap alasan medali Citra Febrianti belum diserahkan. (Foto: dok.KOI)
Jakarta -

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menjelaskan alasan di balik lifter putri Citra Febrianti belum menerima medali perak Olimpiade. Penyerahan medali harus dilakukan dengan seremoni.

Citra tampil di kelas 53kg putri pada London 2012 dan menempati ranking 4. Namun, ia berhak atas realokasi medali perak setelah IOC mendiskualifikasi peraih medali emas Zulfiya Chinshanlo (Kazakhstan) pada 19 Oktober 2016 serta peraih perunggu Cristina Iovu (Moldova) pada 10 November 2016. Keduanya terbukti positif doping berdasarkan klasifikasi baru Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

Empat tahun berlalu, IOC (International Olympic Committee) tak kunjung memutuskan medali perak Citra meski ia mengaku telah berkirim surat kepada Komite Olimpiade Indonesia pada 25 Oktober 2018.

Sekretaris Jenderal KOI Ferry Kono mengatakan mendengar laporan Citra, KOI langsung bergerak dan langsung berkirim surat ke IOC. Kurang dari dua pekan, tepatnya 19 November 2020, IOC secara resmi memutuskan Citra berhak atas medali perak kelas 53kg Olimpiade London.

KOI juga langsung berkoordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali agar Citra bisa mendapatkan apresiasi sesuai prestasinya dan bonus tersebut diberikan pada 21 Desember.

Kendati, KOI telah menerima medali perak dan sertifikat milik Citra dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Februari 2021, tapi tidak bisa serta merta langsung menyerahkannya kepada Citra. Sebab, ada regulasi seremoni realokasi medali Olimpiade yang diatur IOC.

IOC memiliki regulasi penyerahan realokasi medali Olimpiade sebagaimana usulan Komisi Atlet IOC yang disetujui Dewan Eksekutif IOC pada Mei 2018. Atlet 'clean' yang berhak atas medali Olimpiade berhak mendapatkan seremoni penyerahan medali.

"Ada enam aturan seremoni realokasi medali, yaitu di Olimpiade selanjutnya, Olimpiade Remaja (Youth Olympic), Markas Besar IOC atau Museum Olimpiade, NOC Function, Event atau IF Function, dan terakhir di seremoni yang bersifat private. Seremoni ini dilakukan untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada atlet yang telah bersaing sehat, tanpa doping," kata Ferry, dalam keterangan tertulisnya Senin (4/7/2022).

KOI pun telah menjadwalkan pemberiannya pada saat perayaan Olympic Day 2022, September mendatang. "Sejak awal kami berkomitmen memperjuangkan hak Citra. Namun yang harus dipahami penyerahan medali tetap harus mengikuti aturan IOC. Ketika medali itu kami terima, kita dihadapkan dengan situasi pandemi COVID-19 yang kemudian ada ledakan kasus varian Delta, kemudian omicron di dua masa yang berbeda. Bahkan perayaan offline Olympic Day juga harus kami batalkan karena situasi tersebut," Ferry.

"Saat pemerintah melonggarkan pembatasan karena kasus mulai landai, kami berharap bisa menyelenggarakan Olympic Day tahun ini sekaligus seremoni medali untuk Citra. Kami juga langsung berkoordinasi dengan IOC dan menyampaikan realokasi medali Olimpiade Citra akan diadakan pada September, bertepatan dengan perayaan Olympic Day sesuai regulasi poin 4, yakni NOC Function."

Pernyataan Ferry diperkuat melalui surat elektronik yang dikirimkan NOC Indonesia kepada Junior Project Manager IOC Jonas Brun pada 26 Juni untuk menginformasikan rencana seremoni realokasi medali Citra yang langsung mendapat respons positif.

Dalam surat elektronik balasan sehari setelahnya, Brun menjelaskan IOC telah mencatat tanggal seremoni realokasi medali Citra. IOC juga menjelaskan seremoni pemberian medali Olimpiade kepada atlet yang bersangkutan dapat dilakukan oleh IOC Member dari negara tersebut atau Presiden NOC.

KOI, kata Ferry, akan segera berkoordinasi dengan Erick Thohir, Menteri BUMN sekaligus IOC Member untuk dapat hadir dalam penyerahan seremoni realokasi medali Olimpiade untuk Citra. "Kami mengharapkan kehadiran Pak Erick. Semoga beliau dapat hadir. Apalagi beliau juga sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia London 2012," ujar Ferry.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT