ADVERTISEMENT

Kirab Obor ASEAN Para Games 2022 Cuma Libatkan Mantan Atlet

Mercy Raya - Sport
Rabu, 20 Jul 2022 18:20 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Sabtu (21/5/2022).
Gibran Rakabuming Raka menegaskan kirab obor ASEAN Para Games hanya akan diikuti mantan atlet. (Foto: Ari Purnomo/detikJateng)
Jakarta -

Berbeda dengan kirab obor saat Asian Games 2018 di Jakarta, pelaksanaan kirab yang dilakukan sebagai bentuk simbolis pembukaan acara ASEAN Para Games, hanya akan melibatkan ratusan peserta, salah satunya berasal dari mantan atlet.

Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Indonesia National Paralympic Organization Committee (INASPOC) Gibran Rakabuming Raka.

Ia mengatakan kirab obor akan dilangsungkan pada Minggu (24/7/2022) dan digelar sederhana yakni dengan melibatkan ratusan peserta mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) hingga mantan atlet.

"Lari biasa saja, acaranya pendek. Mulainya pukul 06.00 WIB (bersamaan dengan car free day)," kata Gibran seperti dikutip dari Antara.

Nantinya, kirab itu akan dimulai dari sumber api abadi di Mrapen, Kabupaten Grobogan, menuju Semarang, Sukoharjo, Karanganyar, dan berakhir di Solo.

Di Solo, kirab obor akan dimulai dari Purwosari yang akan menyusuri sepanjang Jalan Slamet Riyadi hingga finis di halaman Balai Kota Surakarta.

Kemudian, api abadi akan ditempatkan di Pendapi Gede kompleks Balai Kota Surakarta hingga acara pembukaan ASEAN Para Games 2022.

Walikota Surakarta ini sekaligus menjelaskan bahwa ASEAN Para Games ke-11 ini tidak melibatkan artis dalam acara kirab tersebut.

Sebaliknya, penampilan para pesohor akan ditampilkan saat upcara pembukaan ASEAN Para Games pada 30 Juli mendatang.

"Supaya opening-nya mewah. Jadi kami fokuskan di opening saja," kata Gibran.

Adapun upacara pembukaan ASEAN Para Games Indonesia akan digelar di Stadion Manahan Solo. Sejumlah seniman lokal, nasional, hingga internasional bakal dihadirkan untuk memeriahkan acara pembukaan tersebut.

ASEAN Para Games 2022 akan dilangsungkan di Solo, Sukoharjo, dan Semarang pada 30 Juli sampai 6 Agustus mendatang. Kegiatan tersebut diprediksi akan dihadiri sekitar 2 ribuan atlet dari negara-negara Asia Tenggara.

Indonesia sendiri selain mematok target juara umum, juga diharapkan sukses penyelenggaraan sebagai tuan rumah, dan administrasi.

Merah Putih terakhir kali keluar sebagai juara umum pada ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia. Sementara, pada edisi berikutnya multiajang olahraga atlet difabel negara-negara Asia Tenggara ini dibatalkan lantaran COVID-19.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT