ADVERTISEMENT

Harga Tiket Pesawat Naik, Indonesia Cuma Kirim 82 Atlet ke ISG Konya

Mercy Raya - Sport
Jumat, 22 Jul 2022 17:30 WIB
BAKU, AZERBAIJAN - MAY 22:  The flag of the Islamic Solidarity Sports Federation is lowered during the closing ceremony of Baku 2017 - 4th Islamic Solidarity Games at the Olympic Stadium on May 22, 2017 in Baku, Azerbaijan. (Photo by Dan Mullan/Getty Images)
Foto: Getty Images/Dan Mullan
Jakarta -

Indonesia memutuskan hanya mengirimkan 82 atlet ke Islamic Solidarity Games (ISG) 2021 di Konya, Turki. Harga tiket pesawat yang naik dua kali lipat menjadi faktor penyebabnya.

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono yang menyampaikan komposisi Tim Indonesia tersebut. Menurutnya, tim yang diberangkatan untuk ISG terpaksa mengalami perampingan karena adanya faktor eksternal yang memengaruhi pembiayaan kontingen.

"Terkait team size, kondisi ini di luar perencanaan. Semula kami merencanakan dapat mengirim 150 atlet, tetapi kenaikan harga tiket pesawat yang mencapai dua hingga tiga kali lipat belakangan ini membuat kami terpaksa menyesuaikan jumlah Tim Indonesia yang diberangkatkan ke ISG Konya," kara Ferry dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/7/2022).

Meski demikian, Ferry menyebut, KOI tetap membuka jalur mandiri jika cabor ingin mengirimkan para atletnya ke multi ajang olahraga internasional di bawah naungan Islamic Solidarity Sports Federation (ISSF) yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali tersebut.

"Kami membuka jalur mandiri mengingat multi-event ini tak sekadar sebagai ajang solidaritas semata, tetapi juga try-out yang dapat mengasah kemampuan atlet-atlet kami," ujarnya.

Kontingen Indonesia untuk ISG Konya saat ini terdiri dari 82 atlet dan 21 official dari 13 cabang olahraga. Sebanyak 12 cabang olahraga, yaitu panahan, atletik, balap sepeda disiplin jalan raya, senam, judo, karate, kickboxing, menembak, renang, taekwondo, angkat besi, dan gulat berangkat dengan dana APBN. Sementara dua atlet dan satu pelatih tenis meja berpartisipasi dengan biaya mandiri.

Selain menyampaikan soal jumlah kontingen yang dikirim, KOI juga telah menunjuk Rafiq Hakim Radinal sebagai Chef de Mission ISG yang berlangsung mulai 9-18 Agustus 2022. Pemilihan pimpinan kontingen dari internal KOI dilakukan untuk mempermudah koordinasi.

"Pemilihan sosok internal kami sebagai CdM ISG dengan beberapa pertimbangan, salah satunya mempermudah koordinasi keberangkatan, mengingat multi-event ini merupakan ajang partisipasi sekaligus tryout menuju agenda yang lebih besar pada tahun depan, yaitu SEA Games Kamboja serta Asian Games Hangzhou, sehingga kami memutuskan tidak melibatkan pihak luar," kata Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari.

Sementara itu, Rafiq berkomitmen akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan Tim Indonesia untuk ISG Konya dengan optimal. Rafiq akan dibantu oleh tim headquarter yang memiliki pengalaman di SEA Games 2021 Vietnam.

Sebagai informasi, ISG Konya mempertandingkan 20 cabang olahraga (cabor), yaitu atletik, panahan basket 3x3, bocce, balap sepeda (jalan raya dan trek), anggar, sepak bola, senam (artistik, aerobik, ritmik), bola tangan, judo, karate, kickboxing, menembak, renang, tenis meja, taekwondo, voli, angkat besi, gulat (freestyle, greco-roman), panahan tradisional.

Seluruh venue untuk cabang olahraga tersebut, dikatakan Rafiq, sudah selesai dibangun oleh tuan rumah. "Dalam CdM Meeting terakhir, mereka sudah siap melaksanakan ISG," ujar Rafiq.

ISG akan diikuti 57 negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC). Konya merupakan tuan rumah ISG edisi kelima yang seharusnya diadakan 2021, tetapi penyelenggaraan ditunda hingga 2022 karena pandemi COVID-19.

(mcy/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT