ADVERTISEMENT

Negara Peserta ASEAN Para Games 2022 Apresiasi Indonesia

Mohammad Resha Pratama - Sport
Jumat, 05 Agu 2022 20:28 WIB
Suasana pertandingan final goalball putra antara Indonesia melawan Thailand pada final Goalball putra ASEAN Para Games 2022 di GOR Kentingan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/8/2022). Tim goalball putra Indonesia menyumbangkan medali perak usai kalah dari lawannya dengan skor 12-13. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
ASEAN Para Games 2022 dihelat di Solo (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Solo -

Indonesia sejauh ini terbilang sukses menghelat ASEAN Para Games 2022. Klaim ini muncul dari para negara peserta ajang tersebut.

Adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali yang mengeluarkan pernyataan ini, setelah mengunjungi ASEAN Para Games dalam sepekan ini. Negara-negara lain disebut takjub dengan pelayanan dari Indonesia.

Pasalnya Indonesia menjadi tuan rumah karena menerima alih tanggung jawab dari Vietnam yang seharusnya menghelatnya tahun lalu. Oleh karenanya, persiapannya terbilang singkat sehingga dipilih kota Solo yang menjadi pusat pelatnas Para Games di Indonesia.

Meski demikian para negara peserta mengaku puas dengan penyelenggaraan sedari acara pembukaan pada 31 Juli. Pelayanannya disebut luar biasa baik dan ramah.

"Alhamdulillah hingga hari ini berjalan lancar. Setiap saya bertemu dengan perwakilan negara peserta termasuk dari APSF (Asean Para Sport Federation) semua peserta merasa senang. Karena, salah satu dari empat target yang dicanangkan dari awal adalah sukses penyelenggaraan," kata Amali dalam rilis kepada detikSport.

"Mereka mengatakan, Indonesia luar biasa, dalam waktu yang sangat singkat dan ternyata lebih dari ekspektasi yang mereka perkirakan. Bagi saya itu menjadi ukuran dan masyarakat sekitar juga berbondong-bondong datang untuk mendukung," tutur Amali.

Adanya Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN Para Games 2022 ini tak lepas dari instruksi Presiden Joko Widodo yang memberikan perhatian luar biasa untuk perkembangan atlet para Indonesia.

"Menjadi tuan rumah ini memang seharusnya bukan kita, tapi Bapak Presiden memberikan arahan untuk ambil kesempatan itu, karena jika tidak kita ambil maka atlet para kita ini tidak akan dapat lagi panggung pertandingan, karena terakhir mereka bertanding di tahun 2017 lalu."

"Jadi, ini yang membuat peserta dari negara lain terkejut melihat persiapan singkat, tetapi kita luar biasa melayani mereka. Hingga saat ini, hampir tidak ada keluhan. Karena kita layani sejak masih di dalam pesawat, dokumen dan lainnya tidak perlu mengantri dan langsung tunggu di hotel serta semua fasilitas sudah disesuaikan dengan ramah difabel," ujar Amali.

(mrp/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT