ADVERTISEMENT

Merdeka bagi Mereka

Jaminan Masa Depan, Kemerdekaan bagi Atlet RI Eki Febri Ekawati

Mercy Raya - Sport
Rabu, 17 Agu 2022 20:15 WIB
Atlet Indonesia Eki Febri Ekawati membentangkan bendera Merah Putih usai pengalungan medali nomor tolak peluru putri SEA Games 2021 Vietnam di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa (17/5/2022). Eki Febri meraih medali emas setelah melakukan tolakan terbaik sejauh 15,2 meter. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Atlet Indonesia Eki Febri Ekawati. Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Atlet tolak peluru Eki Febri Ekawati sudah dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenpora. Ia memaknainya sebagai bentuk dari kemerdekaan.

Hal itu diungkapkan Eki karena proses perjuangan yang selama ini dilakukannya berbuah manis. Eki meraih medali emas di SEA Games Kuala Lumpur 2017 dan kemudian diangkat menjadi PNS oleh Kemenpora pada dua tahun berikutnya.

"Sebagai atlet, saya pribadi di mana istilahnya saya sudah mendapatkan masa depan dengan diangkat menjadi ASN di kemenpora, menurut saya itu sebuah kemerdekaan, jaminan masa depan," kata Eki kepada detikSport, Rabu (17/8/2022).

"Di mana masih ada mantan atlet di masa lalu banyak yang belum layak mendapat pekerjaan dan jaminan masa depan, tapi sekarang kami bisa mendapatkan jaminan tersebut," ujarnya.

Eki Febri Ekawati sendiri sudah berambisi menjadi atlet sejak masih kecil. Ia bahkan lebih dulu menjajal olahraga dayung dan basket, sebelum akhirnya terjun sebagai atlet atletik.

"Dari kecil memang suka olahraga. Saat Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya dikenalkan cabang dayung dulu, tapi orang tua enggak setuju karena latihannya kan di danau. Masih kecil jadi orang tua khawatir," Eki menceritakan.

"Kemudian coba olahraga basket saat kelas 2 SMP. Tapi akhirnya ke atletik saat masuk PPLP, itu kelas 3 SMP. Sementara difokuskan ke tolak pelurunya saat masuk SMA. Alhamdullilah bisa terus sampai sekarang."

"Bisa dibilang banyak hal yang saya dapatkan dari atletik. Sekarang saya punya rumah sendiri, kendaraan, dan jaminan kerja. Istilahnya, apa yang orang inginkan, kita bisa hasilkan sendiri dan tak perlu minta orang tua lagi. Kita bisa dapatkan lewat hasil jerih payah sendiri," ujar Eki.

Atlet Indonesia Eki Febri Ekawati membentangkan bendera Merah Putih usai pengalungan medali nomor tolak peluru putri SEA Games 2021 Vietnam di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa (17/5/2022). Eki Febri meraih medali emas setelah melakukan tolakan terbaik sejauh 15,2 meter. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.Eki Febri saat menyumbang medali Emas SEA Games untuk Indonesia. Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA

Kisah Eki Jatuh Bangun dalam Torehkan Prestasi

Eki termasuk atlet yang jatuh bangun untuk mencatatkan prestasi demi prestasi. Terbaru dan paling membekas saat dirinya berhasil merebut medali emas di SEA Games 2021 di Vietnam. Prestasi itu sekaligus membayar perjuangan PB PASI dan CdM Indonesia yang berjuang setelah nomornya nyaris tercoret.

Nomor tolak peluru hampir tak dipertandingkan di SEA Games 2021 lantaran kurangnya jumlah negara peserta. Padahal, jumlah atlet yang ikut tercatat ada tiga orang, yakni Eki dan dua atlet dari Thailand.

Tapi Indonesia tak lantas menerima begitu saja. Baik PB PASI maupun tim CdM bergerak untuk tetap menggelar pertandingan tersebut sesuai rencana. Sampai akhirnya, harapan itu terwujud.

Tolak peluru putri diikuti enam atlet dari lima negara. Selain Indonesia dan Thailand, pertandingan itu juga diikuti peserta dari Malaysia, Myanmar, dan Kamboja. Atlet kelahiran 1992 itu menjawab kepercayaan dengan mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Ia menjadi yang terbaik setelah melakukan tolakan hingga 15,20 meter.

"Saat-saat itu sangat jelas jadi momen merdeka bagi saya. Ketika kami masih bimbang bisa tanding atau tidak, hati masih tegang, bahkan sampai detik terakhir, akhirnya saya bisa bertanding," kata atlet asal Jawa Barat tersebut.

"Sebenarnya setiap SEA Games ada momen tertentu. Seperti SEA Games 2017, saya sempat cedera telapak kaki tapi bisa emas. Lalu, terakhir kemarin bisa mendapat emas, antara bertanding atau tidak, akhirnya bisa bertanding itu sebuah kemerdekaan yang tak terlupakan bagi saya," dia mempertegas.

Eki Febri Ekawati pun berharap ia sebagai atlet dapat terus berjuang untuk Indonesia. Baim sebagai atlet atletpun nanti saat pensiun dapat berkontribusi bagi Tanah Air.

"Artinya kalau saya pensiun bisa melatih untuk memunculkan bibit-bibit baru dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Tapi saat ini saya masih fokus menjadi atlet, selama itu saya akan berjuang untuk mengibarkan Merah-Putih dan mengharumkan nama bangsa Indonesia," ucap Eki.

(mcy/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT