ADVERTISEMENT

KOI Minta Cabor Segera Komunikasi dengan Federasi Internasional

Mercy Raya - Sport
Senin, 12 Sep 2022 16:30 WIB
Raja Sapta Oktohari
Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, meminta federasi cabor berkomunikasi mengenai regulasi terkait ANIC World Beach Games 2022. (Foto: dok.KOI)
Jakarta -

Komite Olimpiade Indonesia berharap cabang-cabang olahraga dapat segera berkomunikasi dengan federasi internasional terkait regulasi ANOC World Beach Games (AWBG) 2023. Hal ini tak lepas akan datangnya delegasi teknikal pada 24-26 September mendatang.

Indonesia diketahui telah ditunjuk sebagai host AWBG pada 5-12 Agustus 2023 di Bali. Ajang itu akan mempertandingkan 10 cabang olahraga mandatory, dan empat cabor tambahan.

Menatap multiajang olahraga tersebut, Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari berharap AWBG dapat terlaksana dengan baik dan memenuhi target tiga sukses, yaitu sukses pelaksanaan, sukses prestasi, dan sukses administrasi.

Nah, menuju itu, Indonesia sebagai tuan rumah diminta mempersiapkan diri. "Dari rapat koordinasi ini kami sampaikan bahwa nanti dalam dua pekan ke depan tepatnya pada 24-26 September akan ada technical delegate meeting yang dihadiri perwakilan International Federation (IF), Asosiasi Komite Olimpiade Nasional (ANOC), dan juga federasi nasional yang terlibat," kata Okto saat ditemui di Kantor KOI, di FX Sudirman, Senin (12/9/2022).

"Dari sini kami sampaikan juga bahwa kita masih memiliki waktu satu tahun dan tahun depan itu merupakan waktu yang sibuk karena banyak sekali kegiatan single event yang akan dilaksanakan di Indonesia. Kendati yang wajib juga tidak kami abaikan, seperti SEA Games, Asian Games, serta kualifikasi Olimpiade 2024."

"Makanya, dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan kepada cabor-cabor agar dapat memberikan dukungannya yang maksimal dengan membagikan timnya agar dapat fokus untuk menyiapkan atlet, mana yang disiapkan untuk SEA Games, Asian Games, dan AWBG," Okto menjelaskan.

Ajang ini, sebut Okto, sekaligus sebagai pembuktian bahwa Indonesia bukan negara follower, melainkan negara yang siap untuk menjadi tuan rumah kejuaraan apapun, termasuk Olimpiade.

"Ini jadi momentum kita. Sekali lagi melangkah lebih dekat kepada ajang-ajang internasional, kegiatan olahraga dunia. Karena dari sini nanti dilanjutkan dengan general assembly yang akan dihadiri 205 negara dan semua pimpinan olahraga dunia termasuk dari international federasi," kata Okto.

"Tentu hal tersebut juga menjadi momentum untuk kita bisa lebih burgeoning dan melakukan positioning , bahwa Indonesia itu bukan sebagai negara follower. Indonesia bisa menjadi tuan rumah multi event kelas dunia dan kita masih punya cita-cita jadi tuan rumah Olimpiade 2036,"

Menyoal venue, Okto juga menyebut, jika tidak ada pembangunan infrastruktur yang sifatnya permanen. Sebab, aktivitasnya minim dan rata-rata di bangun di sekitar pantai. "Jadi hampir semuanya temporary," kata Oktohari.



Simak Video "Sederet Klub Elite Eropa Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT