ADVERTISEMENT

Kejar Poin Olimpiade 2024, Eko Yuli Akan Tampil di Kejuaraan Dunia di Kolombia

Mercy Raya - Sport
Kamis, 15 Sep 2022 17:17 WIB
Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali di SEA Games 2021. Dua medali emas diraih oleh lifter senior Eko Yuli Irawan dan pesepeda Ayustina Delia Priatna.
Eko Yuli Irawan (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Lifter kawakan Eko Yuli Irawan mulai persiapan menuju kualifikasi Olimpiade pada Desember mendatang. Sebelum itu, ia akan lebih dulu bersaing di tes performa yang disiapkan Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI).

Hal itu diungkapkan Eko Yuli mengingat pada akhir tahun ini akan digelar Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Bogota, Kolombia, pada 5-16 Desember 2022.

Ajang ini oleh International Weightlifting Federation (IWF) dimasukkan sebagai salah satu agenda yang poinnya masuk ke Olimpiade 2024 di Paris.

"Saat ini saya masih persiapan (menuju Kejuaraan Dunia). Cuma nanti masih ada tes dulu dari PB PABSI untuk melihat apakah masih layak atau tidak dari segi angkatannya," kata Eko kepada detikSport, Kamis (15/9/2022).

"Rencananya sih Oktober mendatang (tesnya) karena awal November itu sudah entry nama-nama atletnya siapa saja yang didaftarkan," tambahnya.

Eko juga menjelaskan tes performa dan angkatan ini penting, sebab di Pelatnas Kwini sendiri sudah ada pelapis yang dinilai bisa menjadi pesaingnya di kelas 61 kg.

Ialah Ricko Saputra yang sebelumnya berjaya di Islamic Solidarity Games 2022 dengan memboyong tiga medali emas. Lifter berusia 22 tahun itu membukukan angkatan snatch 128 kg, clean and jerk 163 kg, dan total angkatan 291 kg.

Jika dibandingkan dengan Eko, perolehan Ricko bisa dibilang masih terpaut jauh. Bahkan, di Olimpiade Tokyo 2020, yang diselenggarakan tahun lalu, Eko mencatatkan angkatan total 302 kg (137 snatch dan 165 kg clean and jerk).

Sementara di Kejuaraan Dunia 2019, Eko mencetak angkatan total 306 kg (140 kg snatch dan 166 kg clean and jerk).

Teraktual, Eko membukukan angkatan total 290 kg (135 kg snatch dan 155 kg clean and jerk), namun dengan jumlah itu ia sudah dapat mengantongi medali emas di kelas 61 kg.

Merespons itu, lifter berusia 33 tahun itu siap bersaing dengan pelapisnya, Ricko. Toh, selama persiapan menuju Kejuaraan Dunia ini, ia sudah pernah mencetak 140 kg snacth dan 175 kg untuk clean and jerk.

"Tinggal kesepakatannya saja nanti untuk berat badan saat tes bagaimana. Apakah saat tes angkatan harus berat badan masuk (61 kg) atau bisa lebih dari 5 persen (64 kg)," kata Eko.

"Kalau boleh 64 kg, oke dia (Ricko) 291 kg, saya masuk angka 292 kg berarti sudah boleh masuk. Yang jelas kalau sudah masuk, saya akan latihan di Kwini sampai menjelang keberangkatan," ujarnya.

Menyoal pesaing di Kejuaraan Dunia, peraih empat medali di empat Olimpiade beruntun ini mengatakan tuan rumah dan China masih menjadi negara yang kuat.

"Pesaingnya tuan rumah Colombia. Tapi kan selama ini dia main di 67 kg, enggak tahu apakah dia turun ke 61 kg atau malah naik kelas 73 kg. Kalau China itu biasanya Li Fabin, dan ada lifter China lainnya. Mungkin itu yang akan menjadi pesaing saya di Kejuaraan Dunia nanti," kata Eko.

(mcy/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT