ADVERTISEMENT

Tatap Kualifikasi Olimpiade 2024, PB PABSI Berhitung soal Anggaran

Mercy Raya - Sport
Senin, 19 Sep 2022 14:10 WIB
Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali di SEA Games 2021. Dua medali emas diraih oleh lifter senior Eko Yuli Irawan dan pesepeda Ayustina Delia Priatna.
Angkat besi akan jalani kualifikasi Olimpiade di Kolombia. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Angkat besi menatap kualifikasi Olimpiade 2024 di Kolombia pada Desember mendatang. Saat ini ada sekitar 13 sampai 14 atlet yang diajukan kepada pemerintah termasuk nama Eko Yuli Irawan.

Namun jumlah itu belum lah pasti lantaran biaya untuk terbang ke negara beribukota Bogota itu tidak lah murah.

Seperti diketahui, perhitungan poin kualifikasi Olimpiade pertama angkat besi akan dimulai melalui IWF World Championship di Bogota, Kolombia, mulai 5 sampai 16 Desember mendatang.

"Tanggal 1 Desember rencananya kami berangkat ke sana. Kami berangkatkan rencananya 13 sampai 14 orang. Nama Eko juga sudah saya laporkan kepada Kemenpora tapi belum final entry," kata Wakil Ketua PB PABSI Djoko Pramono kepada pewarta.

Dijelaskan purnawirawan perwira tinggi Korps Marinir TNI Angkatan Laut itu pihaknya masih mengupayakan agar bisa mengirim atlet sebanyak mungkin. Namun, induk federasi angkat besi itu juga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan sponsor.

Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) sendiri telah menghitung biaya yang dibutuhkan selama dua pekan perhelatan tersebut, yaitu sekitar Rp 600 juta.

"Ini kan belum Olimpiade masih single event. Jadi kalau pemerintah mau bantu saya sudah kirim surat, butuhnya sekian. Karena belum ada sponsor yang menawarkan diri," ujarnya.

"Kalau masih murah-murah seperti Vietnam SEA Games dibayari oleh kita. Tapi kalau Kolombia itu Rp 600 juta. Eko sudah saya masukin tapi belum final entry. Tetapi nanti kalau final entry-nya harus bayar, kalau pemerintah tak mau bantu atau sponsor, ya bagaimana ini bukan multievent."

Djoko juga memastikan atlet yang akan dikirim ke Kolombia nanti akan menyesuaikan persyaratan-persyaratan yang ada. Salah satunya, tes angkatan.

"Semacam itu. Ada persyaratan nantinya. Bukan masalah like and dislike. Dia (Eko Yuli) tetap pahlawan kita," Djoko mempertegas.

Menyoal target tiket yang diraih untuk Olimpiade di Paris, Djoko berharap bisa merebut lima sampai enam nomor masuk kuota Olimpiade. "Tapi di Kolombia ini kan baru pertama. Masih ada tiga kali kualifikasi," ujarnya.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT