ADVERTISEMENT

Asian Games dan Kualifikasi Olimpiade Mepet, PODSI: Sama-sama Penting

Mercy Raya - Sport
Rabu, 21 Sep 2022 15:43 WIB
Pedayung Ardi Risedi (kanan) dan Kakan Rusmana berselebrasi usai mencapai garis finis di urutan pertama dalam babak final nomor lightweight mans double scull cabana saying SEA Games 2021 di Hai Phong, Vietnam, Rabu (11/5/2022). Ardi dan Kakan memenangkan medali emas yang pertama bagi kontingen Indonesia dalam SEA Games Vietnam. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Dayung dan Rowing anggap Asian Games 2023 dan Kualifikasi Olimpiade 2024 sama penting.(Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta -

Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) menyebut tak ada pembagian prioritas bagi timnya menyusul Asian Games dan Kualifikasi Olimpiade 2024 yang diselenggarakan berdekatan pada tahun depan.

Wakil Ketua PB PODSI Budiman Setiawan menyebut akan mengikutsertakan seluruh atletnya kedua ajang tersebut mengingat single event dunia dan multievent Asia tersebut sama prioritasnya.

Kualifikasi Olimpiade pertama akan diselenggarakan di Kejuaraan Dunia Dayung di Beograd, Serbia, pada 3-10 September 2023. Sementara Asian Games Hangzhou diputuskan berlangsung 23 September hingga 8 Oktober, setelah seharusnya berlangsung pada bulan ini, namun ditunda karena pandemi COVID-19.

"Memang berat karena kedua event itu digelar berurutan dan berdekatan. Tapi enggak akan ada pembagian tim karena sama-sama penting. Mungkin atlet yang dikirim bakal yang sama," kata Budiman kepada detikSport, Rabu (21/9/2022).

Menurut Budiman, pertimbangan lain PODSI tetap mengirimkan atlet kedua ajang itu karena ada aturan kualifikasi Olimpiade yang harus disesuaikan.

"Mungkin kita bisa fokus saja ke Asian Games karena masih ada dua kualifikasi lagi pada tahun berikutnya (2024). Cuma persyaratan untuk bisa tampil di dua kualifikasi berikutnya tersebut, yaitu kita harus ikut event yang pertama dulu," ujar Budiman.

"Jadi walaupun (misalnya) hanya sedikit atlet yang diikuti, yang penting ikut dulu, supaya nanti dua kualifikasi selanjutnya kita bisa ikut," lanjutnya.

Dayung Indonesia sendiri pada Olimpiade 2020 di Tokyo mampu meloloskan dua atletnya melalui Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri pada nomor lightweight women double. Mutiara/Melani saat itu gagal mengantongi tiket semifinal di Olimpiade Tokyo setelah harus finis terakhir dengan catatan waktu 8 menit 3,19 detik.

Kini, di Olimpiade 2024, Budiman berharap bisa meloloskan atletnya sebanyak mungkin ke Paris. "Ya, overall kami berharap banyak yang lolos dari tiga kualifikasi Olimpiade mendatang ini," ucap Budiman.

Sebagai informasi, cabang rowing di Olimpiade Paris menyediakan kuota bagi 502 atlet putra dan putri. Jumlah ini sudah termasuk untuk tuan rumah dan kuota universalitas di 14 nomor yang akan dipertandingkan di Olimpiade Paris, Vaires-sur-Marne Nautical Stadium, pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2024.

Nomor-nomor tersebut antara lain single sculls (women;s/men's), coxless pair (women's/men's), double sculls (women/men's), coxless four (women's/men's), quadruple sculls (women's/men's), eight (women's/men's), dan lightweight double sculls (women's/men's).

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT