ADVERTISEMENT

Climbing World Cup 2022: Indonesia Waspadai China

Mercy Raya - Sport
Kamis, 22 Sep 2022 22:40 WIB
SALT LAKE CITY, UTAH - MAY 28: Veddriq Leonardo of Indonesia celebrates his first place win and breaking the speed world record during the speed climbing finals of the IFSC Climbing World Cup at Industry SLC on May 28, 2021 in Salt Lake City, Utah. (Photo by Andy Bao/Getty Images)
Indonesia waspadai China di Climbing World Cup 2022 (Foto: Getty Images/Andy Bao)
Jakarta -

Indonesia mewaspadai kekuatan China yang dianggap bisa memberikan kejutan di International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup 2022 Jakarta.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Florenciano Hendricus Mutter, menyoal peta persaingan di nomor speed putra.

Indonesia mengandalkan kategori speed untuk dapat meraih medali emas. Target itu bukan tanpa pertimbangan mengingat prestasi yang diukir Veddriq Leonardo Cs di seri-seri kejuaraan dunia sangat baik.

Veddriq sendiri merupakan peraih medali emas IFSC-Climbing World Cup di Salt Lake City, Amerika Serikat, pada Mei lalu. Terbaru, ia juga menjadi juara di World Games di Brmingham pada 17 Juli 2022, dan masih menjadi raja di ranking dunia.

Sedangkan pemegang rekor dunia speed putra diraih Kiromal Katibin dengan catatan waktu 5 detik. Pencapaian itu ia torehkan saat lomba di babak kualifikasi IFSC-Climbing World Cup di Chamonix, Prancis, Juli 2022.

Meskipun prestasi yang ditorehkan cukup bagus, namun Indonesia tak boleh lengah dengan kekuatan dari negara lain, salah satunya dari China. Negara beribu kota Beijing tersebut menempatkan wakilnya di peringkat ketiga atas nama Jinbao Long dan Jianguo Long di urutan kedelapan.

Jinbao dalam tiga kejuaraan dunia terakhir yang diikuti selalu masuk dalam tiga besar. Di IFSC-Climbing World Cup yang berlangsung di Villars, Swiss, pada 2 Juli lalu meraih peringkat ketiga. Namun, hasil itu diperbaikinya di Chamonix, Prancis, dengan menjadi juara dunia. Catatan waktunya 5,11 detik.

Terbaru, dia menjadi runner up di Climbing World Cup di Edinburgh, Inggris, pada 11 September 2022. Sedangkan gelar juara diraih Samuel Watson dari Amerika Serikat dengan membukukan waktu 5,97 detik. Di ajang ini, Indonesia tak ikut serta demi mempersiapkan diri menuju Kejuaraan Dunia di Jakarta, akhir pekan ini.

"Untuk speed sebenarnya kita masih yang terkuat tapi tetap harus mewaspadai China. Mereka di atas kertas masih menjadi pesaing paling berat untuk speed putra," kata Hendricus kepada pewarta, Kamis (22/9/2022).

"Sedangkan di putri lumayan banyak pesaingnya. Intinya sekarang ini persaingannya cukup merata. Sebab, selain China, ada Polandia, dan Amerika Serikat juga yang mulai bagus sekarang ini," ujarnya.

Menukil ranking IFSC, Indonesia yang sebelumnya menempati peringkat pertama, per 11 September turun satu tingkat menjadi nomor 2. Merah-Putih disalip Polandia, yang sebelumnya menempati peringkat kedua. Negara berjuluk Orly ini kokoh di posisi puncak dengan 13.537 poin.

Sementara Indonesia, tetap dengan koleksi 13.455 poin. Disusul peringkat ketiga dan keempat China dan Amerika Serikat. Kedua negara ini masing-masing mengoleksi 11.498 poin dan 11.375 poin.



Simak Video "Menpora Buka Climbing World Cup 2022 di Jakarta: Saya Sangat Bangga"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/pur)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT