ADVERTISEMENT

Para Tenis Meja RI Boyong 18 Medali dari Kejuaraan Internasional

Mercy Raya - Sport
Selasa, 04 Okt 2022 12:30 WIB
Timnas Para Tenis Meja
Timnas para tenis meja. (Foto: dok.Istimewa)
Jakarta -

Hasil membanggakan diraih kontingen para tenis meja Indonesia di Yunani. Mereka merebut 18 medali dari ajang ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022.

Di kejuaraan internasional yang berlangsung di Pulau Kefallinia, 24 Sepetember sampai 2 Oktober itu, sebanyak tiga medali emas, enam perak, dan sembilan perunggu berhasil diraih atlet putra dan putri Merah-Putih.

Ketiga medali emas di antaranya dipersembahkan David Jacobs pada tunggal putra TT 10, ganda campuran XD20 melalui Shella Dwi dan Komet Akbar serta pasangan Adyos Astan/Yayan Gunaya di nomor ganda putra MD8.

Bagi David Jacobs, hasil kejuaraan ini sangat penting karena dapat menambah poin lolos ke Paralimpiade Paris 2024. Selain, ia juga menyoroti persaingan yang mulai ketat. Setelah meraih medali emas, David juga merebut medali perak di nomor ganda campuran XD20 bersama Hana Resti.

"Kejuaraan ini sangat penting untuk mengumpulkan poin ke Paralimpiade Paris 2022. Persaingan di Yunani untuk kelas saya banyak pemain muda yang baru dan menunjukkan perkembangan. Saya harus memperbaiki kekurangan khususnya di nomor ganda campuran," ucap David dalam rilis NPC Indonesia, Selasa (4/10/2022).

Hal serupa diungkapkan Adyos Astan. Meskipun puas dengan hasil yang dicapai tapi dirinya akan terus berlatih demi meningkatkan kualitas diri.

"Saya senang bercampur capek karena harus menempuh perjalanan sangat jauh ke Yunani. Secara hasil kami cukup puas tetap harus tetap berlatih untuk meningkatkan teknik dan stamina karena lawan-lawan juga semakin bagus," ucap Adyos Astan.

"Selain prestasi, kami juga senang bisa berlaga di kejuaraan ini karena kembali bisa berinteraksi dengan pemain dari negara lain. Sangat banyak pemain muda yang berkualitas di ajang ini," dia menambahkan.

Pelatih para-tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara, mengapresiasi pencapaian kontingen paratenis Indonesia.

"Saya rasa hasil yang kita dapat pada kejuaraan ini cukup bagus, karena ada pemain pemain yang peringkat 10 besar dunia juga ikut bertanding di sini," kata Bayu.

"Menurut saya regenerasi atlet para-tenis meja kita sedikit terlambat, terutama di nomor kursi roda. Kita sangat susah untuk mencari regenerasinya," jelas Bayu.

Setelah mengikuti kejuaraan di Yunani, timnas para tenis meja Indonesia akan mengikuti kejuaraan dunia di Spanyol pada November mendatang. Rencananya Indonesia akan mengirimkan tiga atlet yakni David Jacobs, Suwarti dan Hana Resti.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT