Eko Yuli Menuju Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022

ADVERTISEMENT

Eko Yuli Menuju Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022

Mercy Raya - Sport
Kamis, 24 Nov 2022 21:50 WIB
Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali di SEA Games 2021. Dua medali emas diraih oleh lifter senior Eko Yuli Irawan dan pesepeda Ayustina Delia Priatna.
Eko Yuli Irawan memastikan diri tampil di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022 di Bogota, Kolombia. Foto: Antara Foto
Jakarta -

Setelah sempat absen pada tahun lalu, lifter top Eko Yuli Irawan, kini memastikan diri tampil di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022. Ia akan turun di kelas 61 kg.

Kepastian itu disampaikan Eko, yang kini tengah mempersiapkan diri jelang pertandingan 5-16 Desember 2022 di Bogota, Kolombia.

"Persiapannya belum 100 persen. Artinya, masih terus latihan angkatan, minimal sama seperti saat di Ashgabat (Kejuaaraan Dunia 2018)," kata Eko kepada detikSport, Kamis (24/11/2022).

Di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, lifter berusia 33 tahun itu sukses merebut emas setelah mencetak angkatan total terbaik 317 kg, dengan rincian 143 kg pada angkatan snatch dan 174 kg pada angkatan clean and jerk. Bahkan, Eko mengungguli rival bebuyutannya Li Fabin dan Qin Fulin yang hanya mencetak total angkatan 310 kg dan 308 kg.

Sayang pada Kejuaraan Dunia 2019 Pattaya, Eko hanya mampu meraih medali perak usai angkatan totalnya dikalahkan Li Fabin. Eko hanya mengemas 306 kg, sedangkan Fabin membukukan total angkatan 318 kg (145 kg snatch dan 173 kg clean and jerk).

"Sejauh ini kalau di latihan angkatan sebenarnya sudah pernah kena 175 kg, tapi saya tak berani gembor-gembor karena berat badan saya masih tinggi, belum diet," ujar Eko Yuli Irawan.

"Jadi saya selalu bicara minimal yang wajib kena itu 310 kg (140 kg snatch dan 170 kg clean and jerk). Karena Li Fabin itu totalnya 318 kg kan, kemungkinan juga dia bisa menjadi 320 kg. Makanya, saya harus amanin di sana untuk mempersiapkan total itu," sambung dia.

Meski begitu, faktanya di Kejuaraan Dunia, yang juga kualifikasi Olimpiade Paris 2024 pertama ini, tak akan mudah bagi Eko. Selain, lawan yang punya total angkatan lebih tinggi, Eko juga harus menantang jet lag karena perbedaan waktu Indonesia dengan Kolombia cukup panjang yaitu sekitar 12 jam.

"Untuk menghilangkan jet lag biasanya butuh dua sampai tiga hari. Sementara saya berangkat 1 Desember, dan tanding 7 Desember. Jadi terlalu mepet sebenarnya. Makanya ini juga lagi mengatur cara latihannya supaya jet lag tertanggulangi dan angkatannya tetap maksimal," lanjut dia.

"Harapan saya, tetap cari angkatan total setinggi-tingginya. Saya tak peduli medalinya, yang penting memaksimalkan total angkatan karena itu yang menentukan poinnya. Jadi mumpung sekarang dan semoga di sana terus fit, setinggi mungkin totalnya saya ambil," Eko mengharapkan hasil di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022.



Simak Video "Guru-Siswa SMAN di Pacitan Sujud Syukur Rayakan Luluk Juara Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT