Upaya Menpora Tutupi Kehilangan Emas SEA Games 2023

ADVERTISEMENT

Upaya Menpora Tutupi Kehilangan Emas SEA Games 2023

Mercy Raya - Sport
Jumat, 06 Jan 2023 22:05 WIB
Menpora Zainudin Amali-PB Esports bertemu di Kantor Kemenpora, Jumat (6/1/2023)
Menpora Zainudin Amali (dok.Kemenpora)
Jakarta -

Ada beberapa cabang olahraga potensial emas Indonesia tidak dipertandingkan di SEA Games 2023. Kemenpora mencari cara untuk bisa menutupinya.

SEA Games 2023 akan diselenggarakan di Phnom Penh, Kamboja, pada 5 sampai 16 Mei 2023. Adapun cabang-cabang yang sudah pasti dipertandingkan ialah atletik, akuatik (diving, renang, finswimming, water polo), bulutangkis, basket ball (3x3 dan 5x5), biliar, bodybuilding, tinju, catur, kriket, sepeda, dancesport, esport, endurance race, anggar, bola lantai, sepakbola, golf, dan senam.

Selain itu ada hoki, judo, jet ski, judo, karate, kun khmer, martial arts, obstacle race, petanque, pencak silat, sailing, sepak takraw, tenis, tenis meja, taekwondo, traditional bat race, bola voli, angkat besi, gulat, dan wushu.

Panahan jadi salah satu cabor yang tidak dipertandingkan di SEA Games mendatang karena Kamboja tidak mempunyai atlet di sana. Selain itu ada juga menembak, rowing, hingga kano di mana cabor-cabor itu selalu jadi lumbung emas Indonesia.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta KOI memperkirakan bakal ada 37 medali emas yang hilang ketimbang SEA Games 2022 di Vietnam. Saat itu Indonesia meraih 69 emas dan finis posisi ketiga di bawah Vietnam serta Thailand.

Dengan misi Indonesia jadi juara umum atau minimal dua besar, maka cabor-cabor yang hilang itu bisa digantikan. Oleh karenanya, Kemenpora akan mencari solusi untuk masalah tersebut, dengan mengalihkan ke cabor-cabor lain yang berpotensi, seperti Esports

Hal itu pun disampaikan Menpora Zainudin Amali saat menerima Pengurus Besar Esports Seluruh Indonesia (PB ESI) di kantor Kemenpora, pada Jumat (6/1/2023).

"Sebagaimana dipaparkan Tim Review ya Pak Del Asri, kita akan berpotensi kehilangan 37 medali emas, oleh karenanya kita harus berupaya maksimal mencari nomor dan cabor yang bisa menutup kehilangan tersebut," ujar Amali yang diamini anggota Tim Review Del Asri yang mendampingi dalam keterangan tertulisnya.

Amali meyakini Esports mampu memberikan hasil maksimal. Terlebih jika melihat hasil kejuaraan internasional di Bali baru-baru ini. Indonesia menjadi juara umum dalam IESF Bali 14th World Esports Championship 2022 dengan mengoleksi tiga emas dari DOTA 2, Mobile Legend; Bang Bang, dan eFootball, serta satu perunggu dari nomor CS:GO Women.

"Terima kasih kepada PB ESI atas prestasi di Bali kemarin, ini cabor yang saya undang pertama nanti menyusul cabor lainnya, sebagaimana rekomendasi Tim Review guna mencari peluang-peluang pengganti medali emas yang hilang, dan salah satunya cabor Esport diharapkan bisa membantu," Amali menambahkan.



Simak Video "Menpora Tak Izinkan GBK untuk Konser Blackpink-Raisa"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT