detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 07 Nov 2006 02:04 WIB

Dua Legenda Catur Beraksi di Jakarta

- detikSport
Jakarta - Bagi Anda penggemar olahraga catur, jangan sia-siakan kesempatan menyaksikan pertarungan tiga pecatur Indonesia melawan dua pemain legendaris plus seorang "ratu" dunia.Perhelatan eksebisi ini akan digelar di Gedung Wisma Karsa Pemuda, Senayan, Jakarta, hari Selasa (7/11/2006) mulai pukul 15.00 WIB. Penonton dapat menyaksikan pertarungan melalui smartboard yang dipancarkan ke layar lebar.Seperti dijabarkan dalam rilis Humas PB Percasi kepada detiksport, dua pecatur legendaris yang diundang adalah Jan Timman dan Eugene Torre. Demikian pula si cantik asal Slovenia, Jana Krivec.Timman (55), yang di Era Perang Dingin sangat dijagokan pihak Barat untuk meruntuhkan dominasi para pecatur Uni Soviet, pada tahun 1982 sudah menjadi pecatur nomor dua dunia di bawah Anatoly KarpovMeski kehebatannya diakui ada di level atas, namun pria asal Belanda itu tak pernah menjadi juara dunia. "Mungkin ia terlalu lama hidup sebagai seorang seniman daripada menjadi seorang juara dunia," demikian pernah ditulis majalah 64 Schaakportretten tentang sosok Timman.Walaupun sudah berumur, tapi Timman tetap dan bisa saja tampil luar biasa. Di turnamen berbobot Sigeman & Co, 28 April-6 Mei 2006 di Swedia dan Denmark, ia keluar sebagai juara dengan keunggulan satu poin di atas runnerup-nya. Dalam dwitarung catur cepat melawan bintang muda dunia dari Kuba, GM Lazaro Bruzon, di Curacao 11-17 Juni 2006, Timman juga menang telak 3,5-0,5. Setelah digabung catur klasik, Timman menang 5-3.Eugene Torre juga tidak kalah hebat. Pecatur berusia 55 tahun asal Filipina ini adakah GM pertama Asia dan orang Asia pertama pula yang mampu menjuarai turnamen interzonal Toluca 1982 hingga lolos ke dwitarung kandidat dan mencapai perempat-final.Torre adalah legenda hidup di negaranya dan Asia. Ia menjadi juara Filipina 1970 saat masih berusia 19 tahun. Lima tahun lalu, dalam umurnya yang telah mencapai 51, Torre kembali mengulang prestasi serupa. Selama lebih 30 tahun ia mendominasi catur di negaranya, hanya dua kali saja (1990 dan 2000) ia tidak menjadi juara Kejurnas Filipina yang diikutinya. Tentang Jana Krivec, publik catur Indonesia mungkin tidak asing lagi dengan dara pirang dan tinggi semampai itu. Tahun lalu ia menjuarai JABABEKA Women Internasional Tournament di Jakarta.Jana yang baru saja menjadi Sarjana Psikologi ini sudah datang lebih awal dan bersama ibunya sempat menikmati pula Bali selama tiga hari. "Ia selalu memuji-muji kebaikan dan keramahan orang Indonesia," cerita ibunya.Ketiga pecatur beken itu akan berdwitarung enam babak melawan dua legenda Indonesia, GM Utut Adianto dan GM Susanto Megaranto, serta bintang putri berusia 14 tahun, MFW Irene Kharisma Sukandar.Foto: Irene (kiri) dan Jana Krivec. (Kristianus Liem-Ist)

(a2s/key)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com