Tim Silat Maluku Utang Tiket Pulang
Jumat, 15 Jun 2007 12:22 WIB
Ambon - Perjuangan tim pencak silat Maluku di babak pra-PON XVII di Makassar, Sulawesi Selatan, menyisakan kesedihan. Tak cukup uang, mereka harus mengutang tiket pulang ke Ambon.Dari ajang tersebut Maluku mampu meloloskan dua pesilatnya ke PON tahun depan di Kalimantan Timur. Namun kedua atlet tersebut, plus 10 rekannya dan empat orang ofisial tim, terpaksa pulang dengan perasaan malu.Berutang sebesar Rp 6 juta itu dilakukan untuk ongkos kapal laut atas nama KM Pelni Lambelu."Kami terpaksa melakukan ini. Sebanyak 16 tiket kami utang karena tak ada lagi anggaran," ujar manajer tim pencak silat Maluku, Heigel Tengens, kepada detikcom, saat tiba di pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Jumat (15/6/2007).Sejak awal kata Tengens, pihaknya sudah menyampaikan keluhan kekurangan anggaran kepada pihak KONI Maluku maupun Pemda Maluku. Sayangnya, keluhan tersebut tidak ditanggapi. "Kami kecewa. Kami ini mewakili daerah. Bukan pribadi. Kok soal tiket pulang saja terpaksa kami harus hutang," ujar Kama Jaya, salah satu pesilat yang lolos dari babak pra-PON tersebut.Kekecewaan Kama Jaya dialami atlet lainnya. "Ini kurang dukungan. Sejak awal kami memang kurang diperhatikan. Makanya hasil akhir kami, hanya dua atlet yang lolos," ujar seorang rekannya. (a2s/krs)











































