Fakta Baru Seputar Kematian Bintang Smack Down
Rabu, 27 Jun 2007 05:30 WIB
Georgia - Kematian pegulat profesional Smack Down, Chris Benoit, beserta istri dan putranya mulai menampakkan titik terang. Benoit diyakini membunuh keduanya sebelum kemudian menghabisi nyawanya sendiri.Seperti dikabarkan sebelumnya, Benoit yang dikenal publik Indonesia melalui acara gulat WWF, ditemukan tewas di rumahnya, Selasa (26/6/2007) waktu setempat. Dia diduga melakukan bunuh diri setelah terlebih dulu menghabisi anak beserta istrinya. Dari hasil pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dugaan itu tampaknya benar adanya. Hal itu terungkap dalam konperensi pers yang digelar pihak berwajib di depan rumah Benoit di wilayah Fayetteville, Georgia, seperti dikutip PW Insider. Dari laporan medis, Letnan Sherif Tommy Pope meyakini kalau Benoit memang membunuh istri dan anaknya dengan cara membuat keduanya sesak napas atau asphyxiation (kemungkinan dicekik -red). Sang istri, Nancy, kemungkinan tewas pada hari Jumat waktu setempat, sementara putranya, Daniel, menghembuskan nafas terakhir pada keesokan harinya. Berselang jam, Benoit diduga baru menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri, pada hari Sabtu atau mungkin Minggu pagi. Artinya, Benoit sempat berada di rumah bersama mayat keluarganya selama beberapa jam.Terhadap motif Benoit menghabisi keluarga dan dirinya sendiri, Pope belum mau berbicara lebih jauh tentang kemungkinan-kemungkinan yang ada. Meski begitu, Pope mengaku menemukan obat anabolic steroid di TKP, walau obat itu disebutnya legal.Sementara itu Jaksa Penuntut Wilayah, Scott Ballard yang turut memberikan keterangan menyatakan bahwa Nancy pernah mengajukan permintaan penahanan terhadap suaminya sendiri, sebelum mencabutnya.Sebelumnya Nancy memang dikabarkan pernah mengajukan tuntutan cerai pada tahun 2003, dengan alasan perlakuan kejam. Selain itu permintaan penahanan juga disinyalir pernah diajukannya setelah sang suami mengancam dan merusak barang-barang di kediaman mereka. Namun kedua permintaan tersebut akhirnya dicabut."Saya terhenyak kenapa seseorang bisa membunuh anak berusia tujuh tahun. Saya tidak habis pikir kenapa bisa begitu," tutup Ballard. (krs/a2s)











































