Pertamina 6 Hours Endurace Mandalika 2026 sukses digelar di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok. Tim Razaiq Motorsport menjadi jawaranya.
Razaiq Motorsport, yang diisi empat pebalap yakni Rafi Thamrin (Indonesia), Junus Danuatmojo (Indonesia), Bradley Anthony (Malaysia), dan Hayden Haikal (Malaysia) berhasil tampil impresif selama balapan, meskipun berkali-kali dalam tekanan lawan selama di atas lintasan.
Keberhasilan yang diraih Razaiq Motorsport tidak hanya mengandalkan kecepatan semata. Strategi team engineer serta kesiapan Honda Brio yang diracik ulang, turut berkontribusi mengantarkan pada kemenangan mutlak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan waktu resmi, tim yang menggunakan nomor mobil 777 itu menuntaskan balapan dengan total waktu 6 jam 3 menit 13,796 detik, dengan catatan waktu tercepatnya 2 menit 03,618 detik. Perolehan tersebut berhasil meninggalkan rival terdekatnya, Cargloss Racing Team, yang berada di peringkat kedua dengan gap waktu satu lap atau lebih dari 5 menit.
Menanggapi kemenangan tersebut, Wie Wie Rianto, Chief Engineer Razaiq Motorsport, menyebut ada sejumlah persiapan yang telah dilakukannya. Salah satu yang diperhatikan adalah penggunaan komponen dengan durabilitas tinggi.
"Dengan spesifikasi mobil balap yang mengacu pada Kejurnas ITCR 1.200, dan dengan bensin yang lebih banyak dari biasanya karena jam balapnya lebih panjang, kita juga melakukan penggantian part seperti sistem pengereman dengan yang spesifikasi endurance. Dalam arti, selama enam jam balapan, kita tidak melakukan penggantian brake pad," jelas Wie Wie dalam keterangannya.
Komposisi tim yang terdiri dari pebalap Indonesia dan Malaysia juga sukses diperhitungkan. Pembagian tugas masing-masing sebelum balapan, serta uji coba yang dilakukan menjadi hal yang tak kalah penting.
"Pertama pada saat kita melakukan track walk, di situ kita mulai menentukan seperti apa drivingnya dengan menentukan area mana yang harus kita lalui. Kedua, kita latihan bersama, untuk menentukan kecepatan tiap-tiap pembalap, waktu yang dihasilkan dari masing-masing pembalap dan hasilnya dibuat strateginya seperti apa," tambahnya.
Team Manager Razaiq Motorsport, Kusuma Sembadha, menambahkan beberapa kunci lain dalam keberhasilan ini. Dari mulai penerapan strategi pit stop untuk pergantian pebalap, pengisian bahan bakar (refueling), hingga penggantian ban juga memengaruhi performa tim dalam balapan.
"Sinergi tim yang sangat baik berhasil membuahkan hasil yang maksimal, mulai persiapan mobil yg sangat baik, juga perpaduan pembalap-pembalap dari yang kategori muda sampai yang senior, serta ditambah dengan solidnya tim mekanik dalam melakukan pit stop yang sempurna, membuat tim ini berhasil unggul," tukas Kusuma Sembadha.
Kolaborasi Razaiq Motorsport dengan pembalap Malaysia, rupanya tidak hanya terjalin pada keberhasilan di Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika. Selanjutnya, mereka akan gantian balapan di Negeri Jiran tahun ini.
(yna/ran)











































