Atlet Panahan Khoirul Baasith Kejar Pendidikan Demi Tabungan Masa Depan

Atlet Panahan Khoirul Baasith Kejar Pendidikan Demi Tabungan Masa Depan

Mercy Raya - Sport
Kamis, 05 Mar 2026 21:30 WIB
Ahmad Khoirul Baasith, atlet panahan Indonesia.
Foto: detikcom/Mercy Raya
Jakarta -

Tak mudah bagi pepanah Indonesia Ahmad Khoirul Baasith membagi waktu antara kesibukan sebagai atlet dan mahasiswa. Tapi ia sadar penuh perlu melakukannya.

Baasith, sapaan karibnya, dikenal sebagai peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand, bersama Riau Ega Salsabila dan Arif Dwi Pangestu. Ia juga merupakan salah satu mahasiswa Budi Luhur University.

Saat ini, dia duduk di bangku semester empat dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) terakhir 3,2. Baasith bercerita, mulanya mengajukan beasiswa pada tahun 2023 atau setelah mendapat medali perunggu di Asian Games Hangzhou. Tapi belum tersedia untuk cabang panahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah itu saya request dan alhamdullilah berhasil. Enggak susah (masuknya), kurang dari sebulan," kata Baasith yang mulai kuliah tahun 2024, dalam acara Budi Luhur University Go Global : "Local Roots, Global Impact", Kamis (5/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ia lantas menceritakan latar belakang yang membuat dirinya mengejar pendidikan, meski harus berbagi waktu dengan statusnya sebagai atlet Pelatnas panahan.

"Awalnya saya berpikir kebanyakan waktunya kan susah, soalnya fokusnya tambah antara pendidikan dan latihan. Tapi dipikir lagi ini jadi modal dasar saya untuk mengembangkan usaha orang tua. Sekaligus buat masa depan juga," ujar mahasiswa fakultas manajemen ini.

"Kebetulan orang tua saya kan pengusaha. Jadi mau meneruskan usaha mereka di bidang Food and Beverage (F&B)."

Diakui Baasith, menjalani dua peran yang bersamaan sebagai atlet dan mahasiswa cukup sulit. Tapi berangsur-angsur, atlet kontingen Jawa Barat ini mampu beradaptasi.

Kebetulan, kampus tempat dia mengenyam pendidikan juga mendukung penuh selama persiapan Pelatnas.

"Waktu pertama masuk kampus, Pelatnas itu lagi libur. Jadi kayak masuk kuliah masih enak, enggak ada latihan atau kemana-mana. Setelah masuk Pelatnas lagi, membagi waktunya itu susah banget," ujarnya.

"Jadi kayak (belajar) online susah, ujian juga, tapi kampus memfasilitasi. Kalau ada waktu luang malam itu bisa belajar. Dan ada website juga kan, jadi bisa belajar dari sana."

"Kebetulan waktu kemarin saya tanding SEA Games, jadi enggak bisa ikut. Paling ujian susulan. Alhamdullilah dipermudah," tambahnya.

Tak terkecuali untuk persiapan menuju Asian Games 2026 September mendatang. Ia mendapat dukungan penuh.

Sementara itu, Rektor BLU Agus Setyo Budi mengatakan pihaknya membuka peluang bagi setiap mahasiswa untuk mengalami dunia, sambil tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

"BLU berkomitmen menjadi universitas yang tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga diakui secara global. Pendidikan adalah jembatan bagi mahasiswa kami untuk berkontribusi di dunia, menjaga akar budaya, dan membangun masa depan yang lebih baik," kata Agus, dalam kesempatan yang sama.




(mcy/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads