Atlet atletik Indonesia menuntaskan perjalanannya di 86th Singapore Open Track & Field Championships 2026. Pasukan Merah-Putih tampil dominan.
Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) mengirimkan kontingen berkekuatan 15 atlet, 5 pelatih, serta 3 tenaga pendukung untuk berlaga di ajang 86th Singapore Open Track & Field Championships 2026. Kejuaraan itu berlangsung pada 15-17 April 2026 di National Stadium.
Atlet-atlet atletik Indonesia sukses menorehkan prestasi gemilang dengan memimpin perolehan medali emas terbanyak. Tim Atletik Merah Putih tampil dominan dengan menyapu bersih 8 medali emas dan 1 medali perak di salah satu kejuaraan atletik tertua di Asia Tenggara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelari jarak jauh asal Sumatera Utara, Daniel Simanjuntak, tampil luar biasa dengan menyapu bersih dua medali emas pada nomor 5.000 meter (14:35.25) dan 10.000 meter (31:20.79). Performa impresif juga ditunjukkan oleh pelari muda Yad Hafizudin yang berhasil merebut emas di nomor 1.500 meter putra dengan catatan waktu 3:54.34.
Di sektor lapangan, Indonesia tampil tak tertandingi. Srikandi lompat jangkit, Maria Natalia Londa, sukses meraih emas dengan lompatan sejauh 12,94 meter. Raihan emas juga dipersembahkan oleh Atinna Nurkamila Intan di nomor lempar lembing dengan tolakan 49,86 meter, serta Idan Fauzan Richsan yang mengamankan posisi teratas di nomor lompat galah putra dengan lompatan 5,00 meter.
Kejayaan Merah Putih di lintasan lari berlanjut melalui penampilan Novi Anggun Lestari yang meraih medali emas di nomor 400 meter gawang putri (1:04.04). Sementara itu, Pandu Sukarya menjadi yang tercepat di nomor 3.000 meter halang rintang (steeplechase) dengan waktu 9:21.77. Melengkapi rentetan prestasi tersebut, sprinter muda Maulana Ismail sukses menyumbangkan medali perak di nomor 400 meter putra dengan catatan waktu 47,79 detik.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi prestasi yang ditunjukkan para atlet selama berkompetisi di Singapura.
"Hasil di Singapura ini adalah sinyal bahwa roda regenerasi di PB PASI berjalan sehat. Kita melihat kombinasi apik antara atlet senior yang stabil dan atlet muda yang perlahan mulai mendominasi panggung Asia Tenggara. Hasil ini harus menjadi pemacu mental bagi seluruh skuad untuk mematangkan persiapan menuju agenda lain ke depan," kata Luhut dalam keterangan persnya.
Luhut juga menekankan bahwa keberlanjutan program pengiriman atlet ini didukung penuh oleh sinergi lintas sektor yang solid.
"Dukungan Kemenpora RI dan kemitraan strategis MIND ID memainkan peran sentral di balik capaian ini. Sinergi yang terbangun memberi kami ruang untuk terus mengakselerasi jam terbang para atlet, sehingga mentalitas dan daya saing mereka di panggung internasional tetap terjaga," pungkasnya.
(ran/bay)











































