Angkat Besi Indonesia Waspadai Comeback Korea Utara di Asian Games 2026

Angkat Besi Indonesia Waspadai Comeback Korea Utara di Asian Games 2026

Mercy Raya - Sport
Kamis, 25 Jun 2026 13:15 WIB
Sejumlah lifter muda berlatih di 6221 Weightlifting Academy, Parungpanjang, Bogor, Jawa Barat
Ilustrasi Lifter Angkat Besi. Foto: ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Jakarta -

Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) terus mematangkan persiapan menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selain mempersiapkan komposisi atlet terbaik, Indonesia juga mewaspadai meningkatnya persaingan menyusul kembalinya Korea Utara ke ajang internasional.

Asian Games 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober. Sebagai salah satu cabang olahraga andalan penyumbang medali, angkat besi dituntut tampil maksimal di tengah ketatnya persaingan level Asia.

Pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja, menyebut kekuatan Korea Utara menjadi perhatian khusus. Sebelumnya, negara tersebut sempat absen dari sejumlah ajang internasional, termasuk Olimpiade Paris 2024, akibat sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang jelas persaingan semakin berat karena Korea Utara sudah terjun lagi. Kemarin di Olimpiade Paris kan mereka kena banned (larangan tanding). Jadi selain China, ada Korea Utara, juga musuh-musuh dari tuan rumah (Jepang)," kata Dirdja Wihardja kepada pewarta saat ditemui di Pelatnas Mess Kwini, Jakarta.

Selain memantau peta persaingan, PB PABSI juga tengah menyusun daftar atlet yang akan diberangkatkan ke Nagoya. Sebelumnya, Seleksi Nasional (Seleknas) telah digelar pada 17 Juni 2026 sebagai dasar penentuan skuad.

Dirdja menjelaskan Indonesia berupaya mengisi seluruh kuota yang tersedia. Setiap negara hanya diperbolehkan mengirimkan satu lifter di setiap kelas yang dipertandingkan.

"Kalau entry by number kan sudah untuk putri di kelas 49 kg, 61 kg, 68 kg, 77 kg, dan 86 kg. Sedangkan putra, ada kelas 60 kg, 65 kg, 75 kg, dan 85 kg. Kami berusaha untuk memenuhi kuota itu karena masing-masing negara hanya boleh mengirim satu untuk satu kelas," jelas Dirdja.

Hasil Seleknas kini masih dalam tahap evaluasi sebelum diputuskan siapa saja yang akan memperkuat Merah Putih di Asian Games.

"Nah, hasil Seleknas masih kami evaluasi. Kemungkinan minggu depan akan ada rapat untuk menentukan secara lebih spesifik siapa saja atlet yang akan diberangkatkan," ujarnya.

PB PABSI masih memiliki waktu hingga 28 Juni 2026 untuk menyerahkan daftar nama atlet kepada panitia Asian Games 2026. Diharapkan komposisi terbaik dapat membawa Indonesia bersaing memperebutkan medali di Nagoya.

(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads