Ajang lari Bhinneka Run 2026 menawarkan konsep segar buat para runner. Sensasi 'mengelilingi Indonesia' jadi salah satu daya tawar.
Agenda tahunan ini akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 4 Juli. Para peserta dapat berlari di pagi hari yang segar, dengan irama langkah kaki yang berpadu dengan alunan musik Angklung dan kemeriahan Barongsai. TMII akan disulap menjadi titik temu ribuan orang dalam ajang lari, yang menjadi sebuah perayaan gaya hidup sehat dan indahnya keberagaman Nusantara.
Mengusung tema besar "Different Stories, One Finish Line," acara ini mengajak peserta untuk merasakan sensasi 'berlari mengelilingi Indonesia' tanpa harus berpindah kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sepanjang rute, pelari akan disapa oleh berbagai atraksi budaya khas, mulai dari Tanjidor, Jathilan, Tor-Tor, hingga seni pertunjukan lainnya yang disiapkan khusus untuk menyemangati setiap langkah peserta.
Ada tiga kategori yang bisa dipilih sesuai target: kategori 10K untuk pelari kompetitif, 5K bagi mereka yang ingin menikmati suasana, dan kategori 3K yang cocok untuk keluarga atau pemula. Kenyamanan peserta pun menjadi prioritas; berkat integrasi teknologi RFID dari MyLaps, catatan waktu pelari akan tercatat secara akurat dan bisa dipantau secara live.
Ada juga teknologi face recognition dari FotoYu akan untuk memastikan setiap momen berharga peserta selama di lintasan dapat tersimpan sebagai kenangan.
Penyelenggara juga berkomitmen menyalurkan 30 persen dari hasil penjualan tiket dan donasi untuk bantuan nutrisi berupa susu dan buah-buahan, sementara 70 persen lainnya dialokasikan untuk pengadaan buku, sebuah langkah nyata untuk mendukung literasi.
"Bhinneka Run 2026 bukan sekadar ajang adu kecepatan atau mencari siapa yang tercepat mencapai garis finis. Kami ingin menciptakan sebuah panggung di mana setiap pelari, dari latar belakang apa pun, merasa diterima dan dirayakan," kata Ketua Penyelenggara M. Gilang Kartiko.
"Melalui tagline 'Different Stories, One Finish Line', kami ingin menyampaikan pesan bahwa meski kita memiliki perjalanan hidup dan cerita yang berbeda-beda, kita semua dipersatukan oleh semangat sportivitas dan rasa cinta terhadap Indonesia. Ini adalah perayaan kebhinekaan dalam denyut nadi lari yang sehat," ujarnya menambahkan.
Kemeriahan acara tidak berhenti di garis finis. Pelari dengan kostum paling kreatif bertema "Semarak Budaya Nusantara" berkesempatan membawa pulang hadiah uang tunai total Rp 15 juta bagi 15 orang pemenang. Lalu ada deretan doorprize menarik seperti Garmin Forerunner 165, Shokz Openrun, Xiaomi Smart Band Active, dan berbagai voucher belanja yang siap memanjakan para peserta.
(mro/adp)










































