×
Ad

RI Raih 3 Medali dari Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026

Mercy Raya - detikSport
Selasa, 07 Jul 2026 16:35 WIB
Foto: Dok. NPC Indonesia
Jakarta -

Tim para panahan Indonesia sukses membawa pulang tiga medali dari Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026. Hasil tersebut menjadi modal penting dalam persiapan menuju Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026 berlangsung di Nove Mesto, Republik Ceko, pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Indonesia meraih dua medali lewat Ken Swagumilang, masing-masing dari nomor compound individual dan compound mixed team bersama Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant. Satu medali lainnya dipersembahkan pasangan Kholidin dan Noviera Ross dari nomor recurve mixed team.

Berdasarkan klasemen medali yang dirilis World Archery, Indonesia menempati peringkat kelima bersama Korea Selatan dan tuan rumah Republik Ceko. India keluar sebagai juara umum dengan koleksi lima medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Pelatih para panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, mengapresiasi pencapaian anak asuhnya. Menurutnya, ketiga medali tersebut diraih dari nomor-nomor yang akan dipertandingkan di Paralimpiade Los Angeles 2028.

"Alhamdulillah kita bisa lolos (hingga final) di tiga nomor Paralympic. Kita lolos di nomor recurve mixed team, compound mixed team dan individual compound. Tentu hasil dari kejuaraan inilah yang akan menjadi tolok ukur kita ke depannya menuju Asian Para Games dan Paralimpiade Los Angeles," kata Idya, Selasa (7/7/2026).

Tim para panahan Indonesia sukses membawa pulang tiga medali di Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026. Foto: Dok. NPC Indonesia

Evaluasi Adaptasi dan Cuaca

Idya mengungkapkan cuaca di Eropa menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet Indonesia. Tiupan angin yang terus berubah selama pertandingan di Nove Mesto membuat atlet harus lebih cermat saat melepaskan anak panah.

Selain itu, adaptasi terhadap sistem alternate shoot pada fase gugur juga menjadi pekerjaan rumah tim. "Sebagai evaluasi, ke depannya kami akan memperbanyak alternate shoot di momen-momen latihan atau masa prakompetisi, agar mereka siap ketika one by one dengan lawan di panggung alternate shoot," ujarnya.

Selain memburu prestasi, Indonesia juga memanfaatkan kejuaraan ini untuk memetakan kekuatan calon lawan di Asian Para Games 2026. Menurut Idya, India dan Korea Selatan masih menjadi rival utama yang patut diwaspadai.

"Inilah yang kami tunggu karena India dan Korea bertanding dengan kekuatan penuh. Penampilan di sini bisa menjadi tolok ukur menuju Asian Para Games, meskipun sebenarnya kami juga ingin melihat Iran dan China. Tetapi mungkin ada kendala di negaranya masing-masing sehingga kedua tim tidak hadir di sini," ungkap Idya.

Kabar baiknya, Indonesia disebut sudah berada di jalur yang tepat untuk tampil di Asian Para Games 2026. "Kita sudah melewati MQS dan seharusnya kita sudah lolos tujuh tiket menuju Asian Para Games. Perhitungan ranking akan ditutup bulan Juli ini," ucap Idya.




(mcy/krs)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork