Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior: Mencari 'Eko Yuli' Baru di Semarang

Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior: Mencari 'Eko Yuli' Baru di Semarang

Mohammad Resha Pratama - Sport
Kamis, 23 Jul 2026 02:55 WIB
Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 digelar di Semarang.
Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 digelar di Semarang. (Foto: Istimewa)
Semarang -

Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 resmi dimulai. Ratusan atlet bersaing jadi yang terbaik dan diharapkan bisa jadi andalan Indonesia di masa depan.

Kejuaraan yang digelar di Hotel Khas Semarang, Jawa Tengah, 22-24 Juli, diikuti 297 lifter dan ofisial. Rincinnya 105 lifter remaja putra-putri dan 115 lifter yunior putra-putri, serta 77 ofisial dari 23 daerah.

"Kami harapkan melalui angkat besi ini, kami bisa melakukan pemberdayaan masyarakat dan kami mendukung PABSI agar lebih banyak lagi melahirkan atlet berprestasi," kata SVP Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) Pupuk Indonesia Frans Adisuranta Ginting dalam keterangan kepada media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan penyelenggaraan kejurnas sebelumnya, kali ini Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) memberlakukan aturan khusus bagi atlet daerah yang akan tampil dengan menetapkan syarat MAP (Minimal Angkatan Pertama) berbeda di setiap kelas.

Selain itu, untuk memotivasi para lifter (atlet angkat besi) yang berhasil meraih prestasi, PABSI juga memberikan penghargaan kategori lifter terbaik putra-putri di kelompok remaja dan junior.

ADVERTISEMENT

Menurut Sekjen PABSI, Djoko Pramono, ketentuan MAP diterapkan agar pelaksanaan kejurnas berlangsung kompetitif. Diharapkan setiap daerah peserta mengirim lifter-lifter terbaiknya, sesuai dengan regulasi perubahan kelas yang ditetapkan Federasi Angkat Besi Dunia(IWF).

"Diharapkan dari kejurnas ini akan muncul lifter-lifter muda potensial yang kelak bisa dipanggil ke Pelatnas. Sekaligus, sebagai ajang monitoring sejauh mana perkembangan pembinaan para lifter remaja dan yunior di daerah-daerah saat ini. Jadi, mereka tidak asal mengirimkan sembarang lifter saja yang penting tampil di kejurnas," papar Djoko.

Adapun MAP yang diterapkan di kelompok remaja putra adalah kelas 56kg (55kg untuk angkatan snatch dan 70kg clean and jerk), kelas 60kg (65kg snatch dan 80kg clean and jerk), kelas 65kg (75kg snatch dan 90kg clean and jerk), kelas 70kg (80kg snatch dan 100kg clean and jerk), serta kelas +70kg (85kg snatch dan 105kg clean and jerk).

Sedangkan di bagian putri, kelas 45kg (30kg snatch dan 40kg clean and jerk), kelas 49kg (35kg snatch dan 45kg clean and jerk), kelas 53kg (40kg snatch dan 50kg clean and jerk), kelas 57kg (45kg snatch dan 55kg clean and jerk), serta +57kg (50kg snatch dan 60kg clean and jerk).

Di kelompok yunior putra, kelas 60kg (75kg snatch dan 95kg clean and jerk), kelas 65kg(80kg snatch dan 100kg clean and jerk), kelas 70kg (85kg snatch dan 105kg clean and jerk), kelas 75kg( 90kg snatch dan 110kg clean and jerk), serta kelas +75kg (95kg snatch dan 115kg clean and jerk)

Sementara di bagian putri, kelas 49kg(45kg snatch dan 55kg clean and jerk), kelas 53kg (50kg snatch dan 60kg clean and jerk), kelas 57kg (55kg snatch dan 70kg clean and jerk), kelas 61kg (60kg snatch dan 80kg clean and jerk), serta kelas +61kg (70kg snatch dan 90kg clean and jerk).



(mrp/ran)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads