detiksport
Follow detikSport
Selasa, 11 Des 2007 17:35 WIB

SEA Games XXIV

Kaki-kaki Emas Triyaningsih

- detikSport
Jakarta - Dilihat dari sosoknya yang mungil --tingginya 153 cm-- tak ada yang menyangka bahwa dia adalah pelari tangguh di nomor jarak jauh. Dialah pahlawan Indonesia: Triyaningsih.

Lahir di Semarang pada 15 Mei 1987, Tri --sapaan Triyaningsih-- lahir dari keluarga pelari. Kakaknya, Ruwiyati, juga seorang pelari yang juga menjadi andalan Indonesia di lintasan lari dalam berbagai ajang.

Tri kemudian bergabung dengan klub atletik Lokomotif Salatiga, yang juga menampung kakaknya Ruwiyati. Di sanalah, potensi Triyaningsih diasah sehingga bisa menjadi seorang atlet yang tangguh.

Di usia 16 tahun, Tri memperoleh kesempatan untuk ikut serta di SEA Games pertamanya yang saat itu digelar di Vietnam pada tahun 2003. Sayang, kaki-kaki mungil Tri gagal membuatnya membawa pulang satu pun medali dari negeri Paman Ho itu.

Kesempatan untuk bertarung dengan atlet-atlet terbaik di Asia Tenggara tidak didapatnya pada tahun 2005. Akibat konflik antara klubnya dengan PB PASI, Tri pun urung dikirim ke SEA Games Manila 2005.

Dua tahun kemudian, Tri memperoleh kesempatan yang yang sempat tertunda. Bersama dengan 26 atlet cabang atletik lainnya, Tri berangkat ke Nakhon Ratchasima, Thailand, untuk berlomba di arena SEA Games XXIV. Targetnya cukup berat, kontingen atletik harus membawa pulang tujuh emas--enam lebih banyak dari sekeping emas tunggal yang didapat Indonesia di Manila.

Tri pun kemudian membalas kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan prestasi. Turun bertanding di nomor 5.000 meter putri, Jumat (9/12), Tri tak tertahankan untuk menjadi pelari pertama yang menyentuh garis finis di nomor itu. Ia bahkan meraih posisi terbaik itu dengan gaya, yakni menyalip dua pelari di posisi terakhir.

Tak sekedar emas, Tri pun mengukir prestasi lain yang tak kalah gemilang. Pelari yang kini berusia 20 tahun itu memecahkan rekor SEA Games nomor 5.000 meter. Catatan waktunya (15 menit, 54,32 detik) mempertajam rekor 16 menit, 8,93 detik yang digoreskan seniornya, Supriati Sutono, pada tahun 2001.

Kaki-kaki emas Tri tak berhenti memberikan prestasi bagi Indonesia. Selasa (11/12), kembali Tri membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di arena atletik. Lagi-lagi, tak ada satupun pelari yang mampu menahan terjangan Tri, kali ini di nomor 10.000 meter putri. Tri pun mengoleksi medali emas keduanya di Nakhon Ratchasima.

Tanpa bermaksud mengesampingkan empat atlet cabang atletik peraih emas lainnya yang total sudah menghasilkan enam emas dari nomor track and field, Triyaningsih adalah bintang terang Indonesia di lintasan lari Stadion Utama Nakhon Ratchasima. Ayunan kaki emas Tri telah mengharumkan nama Indonesia di ajang antar-bangsa itu. Luar biasa, Tri!


(arp/a2s)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed