Roket Lewis Hamilton

Kaleidoskop Detiksport 2007 (April)

Roket Lewis Hamilton

- Sport
Selasa, 25 Des 2007 14:24 WIB
Roket Lewis Hamilton
Jakarta - Nama Lewis Hamilton langsung meroket dalam musim pertamanya di ajang F1. Sejarah baru pun dicatat pembalap McLaren itu pada bulan keempat tahun 2007.

Berstatus debutan sama sekali tidak bikin Hamilton gugup atau gamang berada di balik kemudi "jet darat". Pembalap asal Inggris itu bahkan mampu bersaing ketat dengan rekan satu timnya, Fernando Alonso, yang adalah juara dunia dua kali.

Pada seri pertama di Australia, Hamilton mampu finis di posisi tiga. Konsistensi meraih podium itu terus dipertahankannya di dua seri selanjutnya, Malaysia dan Bahrain. Alhasil Hamilton pun mencatatkan rekor baru di Formula 1, sebagai pembalap debutan pertama yang tiga kali berturut-turut naik podium di balapan perdananya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prestasi itu juga berdampak kepada kocek Hamilton. Di akhir bulan April, namanya sudah masuk ke dalam jajaran sepuluh besar atlet muda --dibawah 30 tahun-- terkaya asal Inggris Raya versi Sunday Times.

Pada bulan yang sama, tim A1GP Jerman memastikan diri keluar sebagai juara tahun 2007 setelah menempati posisi tiga di GP Shanghai. Meski satu seri balapan masih tersisa, raihan poin Jerman tak mungkin lagi tersusul para persaingnya.

Masih di dunia otomotif, Casey Stoner meraih kemenangan keduanya di musim 2007 usai jadi yang tercepat di GP Turki. Kekecewaan besar justru melanda rivalnya, Valentino Rossi, yang harus finis di posisi 10 gara-gara masalah ban, kendati dia mengawali balapan dari pole position.

Dari Tanah Air, seri perdana Kejurnas Reli 2007 di Palembang, Sumatera Selatan, harus dibatalkan karena lintasan reli terkendala lumpur dan genangan air akibat guyuran hujan. Meski begitu, Kejurnas Sprint Rally tetap berlangsung di mana pereli asal Medan, Sumatera Utara, Ijeck, yang didampingi navigatornya, Uche, keluar jadi pemenang.

Sementara di lapangan tenis, bulan April bisa dibilang jadi milik Rafael Nadal. Hanya dalam tempo sebulan, dua gelar dapat dikantunginya, yakni Master Series Monte Carlo dan Barcelona Open. Rekor baru pun diukirnya dengan 72 laga tak terkalahkan di lapangan clay.

Untuk petenis putri, adalah Serena Williams yang bersinar setelah menandai comeback-nya dengan menjuarai Sony Ericsson Open. Kemenangan semakin luar biasa karena di partai puncak petenis Amerika Serikat itu mampu mengalahkan peringkat satu dunia, Justine Henin.

Comeback manis juga diraih petinju Henry Maske. Setelah 10 tahun menghilang dari "peredaran", mantan juara dunia IBF itu kembali naik ring dan langsung menundukkan musuh lamanya, Virgil Hill, dalam pertandingan tanpa gelar di kelas penjelajah di Munich, Jerman.

Kesuksesan serupa sayangnya tak mampu digapai petinju Nikolay Valuev yang justru harus kehilangan sabuk juara tinju kelas berat WBA yang disandangnya sejak akhir tahun 2005. "Raksasa dari Rusia" itu harus rela berpisah dengan sabuk juaranya usai kalah angka 12 ronde dari petinju Ukraina, Ruslan Chagaev.

Beralih ke ajang NBA, Golden State Warriors menjadi tim terakhir yang meraih tiket playoff NBA lewat kemenangan di hari terakhir kompetisi reguler. Sedangkan di babak playoff Chicago Bulls membuat kejutan dengan dengan menyingkirkan juara bertahan, Miami Heat, di putaran pertama.

Catatan khusus di arena NBA diberikan buat Sam Mitchell yang pada bulan April dinobatkan jadi pelatih terbaik musim 2006-2007 setelah berhasil mengantar Toronto Raptors ke playoff. Anugerah lainnya diberikan kepada Phil Jackson yang didapuk masuk ke dalam Basketball Hall of Fame berkat pencapaiannya sebagai pelatih bertangan dingin.

Sedangkan di ajang basket SEABA Champions Cup 2007, Satria Muda (SM) yang mewakili Indonesia gagal meraih gelar juara usai kandas dari wakil Filipina, Harbour Centre. Alhasil SM pun gagal mewakili Asia Tenggara di FIBA ASIA Champions Cup 2007.

Hal itu berbeda dengan pebulutangkis Indonesia Taufik Hidayat yang justru sukses menjuarai nomor tunggal putra Kejuaraan Bulutangkis Asia di Johor Bahru, Malaysia. Ini adalah titel pertama Taufik di tahun ini setelah absen di tiga dari empat turnamen berlabel super series. Ini juga untuk kali ketiga ia menjadi kampiun Asia setelah tahun 2000 dan 2004. (krs/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads