Keempat ciri tersebut adalah: menggunakan sport science; memadukan unsur-unsur kepelatihan seperti teknik dan mental; integrasi strength and conditioning agar atlet bisa berprestasi maksimal; serta ada skuad yang terpilih melalui sebuah selection policy dengan prosedur yang diatur federasi dan pelaksana program ini.
Demikian dijabarkan Ahmad Sucipto selalu figur yang ditunjuk sebagai ketua Program Atlet Unggulan, yang diluncurkan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, dalam seminar di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama dengan Menegpora Adhyaksa Dault, Ahmad juga menargetkan semua software program ini sudah selesai pada akhir bulan ini, seperti menyangkut kontrak dengan BUMN-BUMN selaku 'bapak asuh' dan lain-lain.
"Untuk atlet-atlet yang terpilih, terutama di kelompok atlet utama, mereka nantinya akan diproyeksikan untuk mengikuti turnamen-turnamen di level Asia atau yang lebih tinggi," ujarnya.
Mengenai metode pelatihan ada dua alternatif, yaitu sistem training camp dan stay at home. Ahmad tidak menyebut yang kedua sebagai desentralisasi ekstrim, walaupun memang dilakukan tidak di ibukota.
"Tidak harus di Jakarta. Yang penting ada fasilitas, ada pelatih, serta program-program yang jelas dan bisa dimonitor," tukasnya.
Seleksi atlet itu sendiri ada dua cara, yakni melalui pemanggilan dan pendaftaran terbuka atau aplikasi.
"Dengan adanya program pendaftaran ini diharapkan Suryo Agung-Suryo Agung (sprinter peraih medali emas di SEA Games 2007-- Red) yang lain, yang belum terpantau, bisa keluar dan menunjukkan kemampuannya."
Ahmad Sucipto juga menegaskan bahwa Program Atlet Unggulan ini tidak akan mengganggu cabang-cabang yang sudah memiliki program tersendiri, misalnya bulutangkis, malahan akan mendukung setiap program PB PBSI.
(a2s/key)











































