Sentul Masih Bisa Gelar GP2

Sentul Masih Bisa Gelar GP2

- Sport
Jumat, 22 Feb 2008 15:08 WIB
Sentul Masih Bisa Gelar GP2
Jakarta - Kondisi trek Sirkuit Sentul yang kurang baik saat menggelar GP2 diakui Tinton Suprapto. Meski begitu peluang untuk menggelar balapan yang sama tahun depan masih terbuka.

Beberapa tim yang berlaga di ajang GP2 akhir pekan lalu mengeluhkan buruknya kondisi lintasan sirkuit. Hal utama yang menjadi keluhan adalah banyaknya kerikil di lintasan yang menimbulkan kerusakan mobil dan berujung kerugian dalam jumlah yang tidak sedikit.

"Saya mengaku salah, aspalnya mbrodoli, aus, curah hujankan sedang tinggi. Masalah hujan kan bukan di Bogor saja, di seluruh dunia alamnya memang sedang terganggu," ungkap Tinton saat dihubungi detiksport, Jumat (22/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu (kerikil) juga muncul karena crowded-nya lintasan. Ada 26 mobil GP2 yang melintas, pembalap-pembalapnya punya skil tinggi, power mobil GP2 'kan juga besar," lanjut pengelola Sirkuit Sentul itu.

Meski begitu Tinton menolak kalau sirkuitnya dikatakan tak lagi layak menggelar balapan kelas dunia. Soalnya Sentul sudah mengantongi izin langsung dari FIA untuk bisa menggelar balapan tersebut dan event-event internasional lainnya.

"Setiap tahun (sirkuit) diinspeksi, itu langsung dari FIA. Sebelum menggelar GP2 kemarin juga ada pemeriksaan lain, bahkan grade-nya naik menjadi 2+. Yang menginspeksi itu Charlie Whiting, dia itu race director F1 yang menjatuhkan sanksi buat US$ 1 juta buat McLaren dan membongkar kasus pitlane (Fernando) Alonso dengan (Lewis) Hamilton," beber ayah Ananda Mikola dan Moreno Suprapto itu.

Dilanjutkan Tinton, hingga kini pihak Sentul juga tak menerima protes resmi dari tim yang mengaku mengalami kerusakan akibat kondisi trek yang buruk atau dari pihak penyelenggara GP2. Dengan kontrak menjadi tuan rumah selama tiga tahun, Tinton bertekad kembali menjadi tuan rumah meski dengan syarat.

"Kontraknya tiga tahun, ada tanda tangan langsung dari Bernie (Ecclestone). Dia minta kita mengadakan GP2 karena di Eropa sedang istirahat, sementara mereka butuh untuk terus melakukan pengembangan."

"Pastinya (trek) akan diperbaiki. Saya membangun sirkut selama 18 bulan, buat apa kalau tidak diperbaiki. Saya akan gelar GP2 tahun depan dengan satu syarat, kalau orang Indonesia terus menyudutkan, saya tak mau gelar, orang luar saja tidak mempermasalahkan," pungkas Tinton. (din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads