Listrik Kurang, Warga Jadi Korban

PON XVII

Listrik Kurang, Warga Jadi Korban

- Sport
Senin, 25 Feb 2008 20:16 WIB
Jakarta - Bukan cuma belum siapnya sarana pertandingan yang jadi masalah Panitia PON XVII, pasokan listrik juga jadi kendala yang mengancam. Tapi haruskah warga yang jadi korban?

Kecukupan pasokan listrik menjadi masalah besar yang dihadapi panitia PON Kalimatan Timur. Itu bisa dimaklumi mengingat pemadaman listrik bergiliran bukanlah barang baru di sana.

Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, antisipasi jelas sudah dilakukan. Tapi kalau dirasa masih kurang, warga sekitar pun terpaksa dijadikan korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PB PON akan siapkan 19 unit mobil generator dengan kapasitas 2x25 megawatt. Kalau tidak bisa dipenuhi akan diambil dari perumahan warga," ungkap Wakil Ketua Harian PB PON Hermain Okol dalam konferensi pers di Gedung Menegpora, Jakarta, Senin (25/2/2008).

Meski begitu pihak panitia sebisa mungkin tetap berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan pasokan listrik. Untuk itulah Senin (3/3/2008) pekan depan PB PON bersama PLN akan melakukan peninjauan ke lokasi.

"Hari Senin minggu depan, PB PON dan PLN akan ke lokasi melakukan peninjauan," pungkas Hermain.

Selain listrik, faktor keamanan juga menjadi kekhawatiran lain yang dikhawatirkan panitia. Apalagi pada bulan Mei akan ada pemilihan Gubernur Kalimantan Timur. Namun Menteri Negara Pemuda dan Olahraga yakin gelaran PON akan aman dan berjalan lancar.
(din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads