'Biaya Superbike Mahal'

'Biaya Superbike Mahal'

- Sport
Rabu, 05 Mar 2008 18:01 WIB
Biaya Superbike Mahal
Jakarta - Tinton Soeprapto mengaku tidak kecewa dengan pembatalan Sentul sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Superbike oleh Federasi Motor Internasional. Membawa WSBK mahal, katanya.

Kepastian tidak masuknya Sirkuit Sentul ke dalam kalender WSBK 2008 diungkapkan oleh FIM dalam rilis di webnya, Selasa (4/3/2008). Kalender WSBK pun menyusut dari 15 jadi 14 seri saja.

Saat dihubungi detiksport, Rabu (5/3), mengenai pembatalan ini, Tinton terdengar santai. "Saya justru berterimakasih dengan pembatalan ini. Ini pelajaran buat bangsa kita, juga buat instansi terkait," ucap Tinton membuka percakapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biaya penyelenggaraan satu seri Superbike itu mencapai 4,5 juta dolar AS (sekitar Rp 40,8 miliar). Ini mahal," lanjut Direktur Utama PT Sarana Sirkuitindo Utama itu.

Biaya mahal itu, kata Tinton, adalah akibat seri Indonesia tidak digelar seusai seri WSBK Australia, 2 Maret lalu. Sebagai informasi, seri Indonesia sebelumnya direncanakan digelar pada 12 Oktober, di tengah-tengah seri Prancis dan Portugal.

"Sentul tidak dilewati setelah Australia. Coba jika setelah Philip Island mampir ke Jakarta, pasti biayanya tidak akan semahal melompat dari Eropa ke Indonesia," papar Tinton.

Meski tahun ini urung menggelar WSBK, Tinton mengaku akan mencoba menggelar sirkus yang sama pada tahun depan. "Tahun 2009 sajalah supaya tidak ada beban. Kita akan kirim proposal lagi."

Seperti sebelum-sebelumnya, Tinton kembali meminta semua pihak membantu upayanya mendatangkan WSBK.

"Itu pabrikan-pabrikan motor seperti Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan Honda juga harus membina pembalap. Selain itu, instansi Pemerintah, perusahaan perminyakan, rokok dan telekomunikasi juga harus mendukung saya. Tanpa dukungan delapan pihak itu, saya tidak bisa menjalankan WSBK di Indonesia," tuntas Tinton.

(arp/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads