Kipas Angin Lebih Laku Ketimbang Suvenir

PON XVII 2008

Kipas Angin Lebih Laku Ketimbang Suvenir

- Sport
Senin, 07 Jul 2008 15:16 WIB
Kipas Angin Lebih Laku Ketimbang Suvenir
Samarinda - Ada satu benda yang paling diburu selama gelaran Pekan Olahraga Nasional kali ini. Bukan suvenir, maskot atau kaos sebagai oleh-oleh, melainkan kipas angin. Kok bisa ya?

Kurangnya sarana yang bisa digunakan sebagai tempat menginap bagi atlet dan kontingen, memang sudah diperkirakan sebelumnya. Sebagai tuan rumah, Kalimantan Timur tak bisa menyediakan home base ideal bagi atlet yang mencapai jumlah 15 ribu orang.

Akibat keterbatasan tersebut, banyak dari kontingen yang harus menginap di tempat yang kurang layak. Mereka bermalam di mess sekolah-sekolah atau milik mahasiswa dengan perlengkapan seadanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jangan harap ada pendingin udara alias ac, kipas angin bahkan tak bisa ditemukan pada bangunan sekelas Wisma atau Hotel atlet. Dengan cuaca panas yang menyengat di Kalimantan Timur, tak heran kalau kipas angin jadi primadona dan laris bak kacang goreng.

Hal ini dialami oleh kontingen bulutangkis yang berasal dari berbagai daerah. Para penggiat tepok bulu ini di tempatkan secara terpusat di Wisma Melati, alias mess untuk para siswa-siswi SMU.

"Saya sampe susah tidur, yang biasanya tidur jam 10-11 sekarang jadi jam 2 malam. Itupun beberapa kali bangun," terang atlet pelatnas, Hendra Gunawan, yang membela Jawa Barat.

"Panas deh pokonya, saya sampai beli kipas angin," imbuhnya.

Ketika disinggung apakah ini mempengaruhi moodnya dalam bertanding, Hendra AG, sapaan akrabnya, mantap menjawab tidak.

Senada dengan Hendra, Pia Zebadiah yang dihubungi detikSport juga mengungkapkan hal serupa. "Kemarin kita borong kipas angin, tau sendiri kan kotanya jauh banget tuh," tandasnya.

Duh, bagaimana bisa berprestasi kalau tidur saja terganggu hawa panas. (din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads