Hembusan angin yang tidak menentu di Beijing bikin Oka kesulitan. Dia acap tidak bisa melaju sampai kecepatan standar 30 knot. Ini terlihat dari empat kali sesi latihan terakhir yang sudah dilakukan, di mana dia hanya bisa mencapai kecepatan 5 knot.
"Ya, untuk sementara ini kesulitan Oka hanya masalah angin saja. Untuk itu kami akan menjalankan strategi tambahan untuk Oka, yaitu mulai dari curi start agar tidak tertinggal jauh dengan para peselancar lainnya di race-race awal, hingga menerapkan kemiringan layar yang sesuai jika tak ada angin," tutur Pelatih Pelatnas Olimpiade Layar Indonesia, I Wayan Sujana.
Akibat kecepatan angin yang sangat rendah, Oka seringkali kesulitan memacu layar. Ditambah dengan arus air yang kencang, Oka berarti akan lebih banyak tergantung pada arus air. Padahal angin sangat diperlukan untuk mengembangkan layar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































