Dari 16 gelaran Olimpiade, tim basket AS sudah meraih 12 di antaranya. Hal itu jelas menunjukkan kedigdayaan mereka di cabang tersebut.
Akan tetapi, Olimpiade empat tahun silam menjadi salah satu momen kegagalan mereka. Saat itu AS cuma mendulang medali perunggu, sementara Argentina menjadi juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang-orang bertanya pada saya dan saya banyak bergurau, jika kami ingin tetap jadi warga negara AS kami harus meraih emas. (Kalau gagal) Saya akan jadi orang Italia. Anda akan memanggil saya Kobe Giovani, tahu kan maksud saya?!" ceplos dia seperti dikutip Reuters, Jumat (8/8/2008).
Kompatriot Bryant, Carmelo Anthony, juga sudah mempersiapkan rencana serupa. Pemain yang turun membela AS di Olimpiade empat tahun lalu itu menukas, "Saya akan mengepak baju-baju dan pergi ke suatu tempat, man. Saya akan menegosiasikan kontrak dengan tim entah di mana dan saya takkan kembali."
Pemain asal klub Denver Nuggets tersebut tentu hanya bergurau sebagaimana Bryant. Tapi yang benar-benar nyata adalah dia enggan kembali pulang dengan rasa malu seperti saat pulang dari Athena tahun 2004.
"Kami tak tahu apa-apa tahun 2004. Kami buta. Memalukan kembali ke AS mengetahui kami seharusnya adalah pemain basket terhebat di dunia dan kembali hanya dengan medali tempat ketiga. Kami benar-benar terpukul, bukan hanya sebagai tim, tapi juga negara," demikian Anthony.
Akankah muncul pemain bernama Kobe Giovani pasca Olimpiade Beijing?
(krs/arp)











































