Georgia Menang 'Perang' atas Rusia

Olimpiade Beijing

Georgia Menang 'Perang' atas Rusia

- Sport
Rabu, 13 Agu 2008 16:27 WIB
Georgia Menang Perang atas Rusia
Beijing - Lima hari sudah perang Georgia-Rusia berkecamuk. 'Perang' yang sama pun terjadi di lapangan voli pantai. Kali ini, Georgia inferior sukses mengalahkan yang superior.

Puluhan nyawa, jika tidak ratusan, telah melayang akibat perang Georgia-Rusia. Masalah dua negara yang pernah bernaung di bawah bendera Uni Sovyet itu dipicu oleh persoalan di Provinsi Ossetia selatan.

Di arena perang, Rusia yang memiliki jumlah tentara lebih banyak dan senjata lebih canggih jauh unggul. Tapi tidak di atas hamparan pasir Chaoyang Park, Beijing, Rabu (13/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duet pevoli pantai putri Georgia, Cristine Santanna dan Andrezza Martins Chagas, sukses mengalahkan duet Alexandra Shiryaeva/Natalya Uryadova. Duet yang aslinya orang Brasil itu menang 10-21, 22-20, 15-12.

"Kami harus memberikan sesuatu yang lebih untuk rakyat Georgia," ujar Santanna dikutip YahooSport. "Saya memberi mereka kekuatan. Saya bertarung di sini seperti mereka bertempur di sana."

Santanna/Martins adalah dua atlet berkebangsaan Brasil yang kemudian dinaturalisasi untuk bisa membela Georgia. Mereka kemudian memakai nama 'Saka dan Rtvelo' di kaus mereka. Dalam bahasa Georgia, 'Saka dan Rtvelo' berarti 'Orang Georgia'.

Santanna mengaku malam sebelum pertandingan ia kurang tidur. Ia memikirkan tentang makna pertandingannnya melawan atlet-atlet Rusia, tak hanya bagi dirinya namun juga bagi orang-orang Georgia yang mengiriminya ucapan pendongkrak semangat.

"Saya tahu itu akan jadi pertandingan yang penting untuk bisa lolos dari penyisihan. Dan saya juga tahu itu sebuah pertandingan yang penting bagi rakyat Georgia. Saya pikir mereka pasti sangat bangga sama kami," ujarnya.

Duet Brasil itu memilih untuk mewakili Georgia karena peraturan mengatakan satu negara maksimal mengirim dua pasangan di cabang voli pantai. Bila dihitung, Brasil memiliki setidaknya tujuh pasangan yang bisa tampil di Olimpiade. Meski begitu, nasionalisme duet 'Saka-Rtvelo' rasanya tak diragukan lagi.

"Hari ini, saya merasa saya orang Georgia," tandas Santanna.

(arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads