Lifter terakhir yang berlaga adalah Sandow Waldemar Nasution. Berlaga di kelas 77 kg putra, Sandow duduk di urutan ke-11 usai membukukan total angkatan seberat 347 kg.
Di nomor snatch, ia berhasil melakukan angkat beban seberat 153 kg. Sementara di nomor clean and jerk ia mampu mengangkat barbel seberat 194 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampil meraih medali perak adalah lifter Cina, Li Hongli. Ia memiliki total angkatan yang sama dengan Sa, berat tubuhnya yang lebih besar membuatnya harus puas hanya bisa meraih medali perunggu. Adapun peraih medali perunggu adalah lifter asal Armenia, Gevorg Davtan, dengan total angkatan 360 kg.
Sehari sebelumnya, lifter Indonesia lainnya, Edi Kurniawan, hanya mampu menempati posisi ke-12. Turun di kelas 69 kg putra, ia membukukan total angkatan 307 kg.
Pada nomor snatch, Edi berhasil melakukan angkatan seberat 135 kg dari tiga kali kesempatan yang diberikan. Sementara di nomor clean and jerk, ia berhasil mengangkat barbel seberat 172 kg.
Dengan demikian hanya dua perunggu saja yang berhasil oleh para lifter Indonesia. Medali-medali tersebut dipersembahkan oleh Eko Yuli Irawan yang turun di kelas 56 kg dan Triyatno yang turun di kelas 62 kg.
Sedangkan lifter putri andalan "Merah-Putih", Lisa Rumbewas, lebih dulu kandas dan gagal mempersembahkan emas. Turun di kelas 53 kg, Lisa hanya mampu menduduki peringkat empat usai melakukan total angkatan 206 kg.
(roz/ian)











































