Bernard masih menjadi bintang di salah satu nomor paling bergengsi, yakni 100 meter gaya bebas. Sebelum Olimpiade dimulai ia adalah pemegang rekor dunia.
Pada nomor estafet 4X100m gaya bebas hari Minggu lalu Bernard bersama timnya meraih medali perak -- emas di rebut AS dan Phelps-nya. Di nomor perorangan ia pun menjadi man to beat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi di babak final siang ini Bernard berhasil mengalahkan Sullivan. Walaupun kali ini tidak berhasil melabrak rekor rivalnya itu, tapi atlet berusia 25 tahun itu tampil sebagai juara dan berhak dikalungi medali emas. Catatan waktunya adalah 47,21 detik.
Sullivan harus puas dengan medali perak -- sebelumnya mengoleksi perunggu di estafet 4X100m gaya bebas --, sedangkan medali perunggu jatuh ke tangan perenang Brasil, Cesar Cielo Filho, dan Jason Lezak (AS) yang sama-sama menorehkan waktu 47,67 detik.
Sementara itu Kitajima kembali menunjukkan bahwa ia adalah perenang terbaik Asia saat ini, khususnya untuk gaya dada. Atlet Jepang ini merebut medali emas keduanya, masing-masing di nomor 100 meter dan 200 meter.
Nomor pertama ia menangi hari Senin lalu, sedangkan nomor kedua ia kuasai hari ini, Kamis, dengan waktu dua menit 7,64 detik, atau hanya lebih lambat 0,13 detik dari rekor dunia atas namanya sendiri.
Dengan demikian Kitajima menjadi perenang pertama yang mampu meraih dua medali emas di dua nomor tersebut dalam dua Olimpiade berturut-turut. Sebelumnya ia memenangi dua nomor spesialisasinya tersebut di Athena 2004.
Sementara itu China menambah koleksi emasnya dari cabang renang di nomor 200 meter putri gaya dada. Liu Zige meraih emas, dan rekannya Jiao Liuyang memperoleh perak. Sedangkan Jessica Schipper, juara dunia asal Australia, walaupun sempat memimpin sampai setengah lomba, harus puas dengan medali perunggu.
(a2s/krs)











































