Bukan berarti sepanjang Olimpiade ini Beijing benar-benar bebas dari barang aspal alias asli tapi palsu. Pada beberapa toko masih ditemui baju atau tas bermerek Gucci dan Prada yang dijual dengan harga sangat miring.
Namun khusus untuk suvenir Olimpiade nyaris tak ditemukan toko yang menjual produk palsu. Mulai dari sekedar pin, tas, t-shirt sampai teko dan poci yang bergambar logo Olimpiade atau berhias Fuwa (maskot Olimpiade) semua adalah barang-barang orisinil alias asli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tak menemukan satupun suvenir Olimpiade palsu di Pearl Market. Kami mungkin akan membeli beberapa pin untuk dibawa pulang dan saya pikir Fuwa sangat manis," ungkap Melanie Barton, seorang turis asal Inggris seperti diberitakan Reuters.
Karena barangnya asli, jangan heran kalau banderol harganya cukup menguras kantong. Namun itu tak berarti toko penjual suvenir sepi peminat, seorang manajer toko yang kebetulan berdagang dekat Stadion Sarang Burung mengaku kalau setiap harinya sekitar 70.000 orang mampi ke tokonya dan menyebabkan antrian panjang di kasir.
Beijing sebagai kota tuan rumah diyakini akan mendapat 15% dari total keuntungan dari penjualan merchandise Olimpiade.
(din/krs)











































