Agar Tidak Mudah Cedera saat Olahraga

Agar Tidak Mudah Cedera saat Olahraga

Mohammad Resha Pratama - Sport
Selasa, 26 Mei 2026 02:45 WIB
Ilustrasi cedera saat berolahraga.
Ilustrasi cedera saat berolahraga. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Olahraga kini sudah jadi gaya hidup masyarakat urban. Tapi, tidak semua memahami betapa pentingnya menjaga kondisi agar tidak cedera. Seperti apa?

Melakukan jenis olahraga apapun menjadi cara untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidak cuma atlet profesional, tapi sudah banyak masyarakat yang melakoni olahraga secara serius baik itu jenis permainan maupun yang menuntut fisik.

Tapi, olahraga tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada potensi membuat cedera pelakunya. Oleh karenanya, butuh literasi khusus untuk mereka yang ingin melakukan olahraga secara tepat agar bikin badan lebih sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itulah yang jadi tujuan diluncurkan ResepGerak.ID, sebuah platform resep latihan berbasis bukti ilmiah pertama di Indonesia. Penggagasnya adalah Antonius Adi, dokter spesialis kesehatan olahraga yang bekerja sama dengan Eminence Sports Medicine Centre.

Adi punya pengalaman lebih dari 20 tahun di bidangnya dan pernah menjadi dokter tim Indonesia di tiga Olimpiade, yakni 2012, 2016, dan 2020. Dia juga jadi Medical Director Jakarta Running Festival dan Borobudur Marathon.

ADVERTISEMENT

Platform ini hadir untuk mendemokratisasi pengetahuan kedokteran olahraga yang selama ini kerap terbatas di ruang konsultasi atau jurnal ilmiah berbahasa asing.

ResepGerak.ID menyajikan informasi medis dalam Bahasa Indonesia yang praktis, mudah dipahami, dan dapat langsung diterapkan oleh masyarakat luas, mulai dari individu dengan kondisi medis seperti hipertensi dan diabetes, keluhan muskuloskeletal, hingga mereka yang membutuhkan program kebugaran yang aman dan terukur.

Aplikasi ini nerisi berbagai artikel tentang pemulihan cedera, program pencegahan cedera, panduan latihan untuk 12 cabang olahraga, resep gerak untuk 10 kondisi medis kronis, serta body map interaktif untuk 12 zona tubuh, platform ini juga dilengkapi dengan video tutorial latihan yang dapat dipraktekkan dengan
mudah.

"Selama bertahun-tahun, saya melihat atlet terbaik Indonesia mendapat akses ke science based training, injury prevention, dan recovery protocols," ungkap Andi dalam rilis kepada detikSport.

"Namun, jutaan orang Indonesia yang ingin mulai hidup aktif, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran dengan keluhan fisik, lansia, hingga pelari amatir, tidak pernah diajarkan cara berlatih atau mengelola cedera dengan benar. ResepGerak.ID dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan tersebut," sambungnya dalam acara peluncuran, Minggu (24/5).

Muh Ikhwan Zein selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) menyambut positif peluncuran ResepGerak.ID ini. Dia berharap masyarakat bisa mendapatkan lebih banyak literasi terkait kesehatan, khususnya terkait olahraga.

"Dengan masih terbatasnya jumlah dokter spesialis kedokteran olahraga di Indonesia, peluncuran ResepGerak.ID hadir sebagai dukungan nyata karena dapat meluaskan jangkauan layanan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan misi PDSKO untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengetahuan gerak yang berbasis bukti ilmiah," ujar Ikhwan.

Sementara itu, Yaya Suharya selaku pembina Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI) merasakan manfaat dari pendekatan berbasis bukti ini.

"Di usia saya yang sudah 97 tahun, saya tetap rutin bergerak sesuai arahan Dok Andi. Dengan aktivitas ini, saya merasa sehat, bugar, dan mandiri, serta yang paling penting mengurangi resiko jatuh. Platform seperti ResepGerak.ID ini sangat penting agar lansia seperti saya paham bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif," paparnya.

Platform ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni pengetahuan berbasis bukti ilmiah peer-reviewed, aksesibilitas bahasa Indonesia, dan aplikabilitas nyata dengan panduan yang dapat langsung dipraktekkan.

  1. Antonius Adi, penggagas aplikasi ResepGerak.id.Antonius Adi, penggagas aplikasi ResepGerak.id. (Foto: Istimewa)

Andi ingin agar ilmu kedokteran olahraga menjadi milik bersama, sehingga setiap orang memiliki akses ke resep gerak yang benar dan bisa bergerak dengan penuh pemahaman, bukan ketakutan.

"Pengetahuan tentang gerak yang aman dan efektif bukanlah sebuah hak istimewa, melainkan hak dasar setiap manusia, dan ResepGerak.ID hadir untuk memastikan hak itu terpenuhi."




(mrp/bay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads