Spurs sebenarnya sangat menjanjikan di paruh pertama musim. Mereka masih mampu mengimbangi duo klub Manchester dalam perburuan titel Premier League.
Setelah itu, The Lilywhites perlahan-lahan tertinggal. Namun, mereka masih cukup aman di posisi ketiga karena sempat unggul hingga 10 poin atas Arsenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Spurs menduduki peringkat keempat dengan 59 poin, tertinggal lima poin dari Arsenal yang memainkan satu laga lebih banyak. Posisi mereka pun dibayangi oleh Newcastle United yang ada di posisi kelima dengan jumlah poin sama.
"Kami unggul 10 poin atas Arsenal dan kemudian setelah tiga pekan kami tiba-tiba tertinggal dua poin. Ada sesuatu dengan kepercayaan diri kami dan Anda bisa melihatnya dalam beberapa pekan terakhir," kata Van der Vaart seperti dikutip ESPN Star.
Diakui Van der Vaart, Spurs memang masih minim pengalaman dalam hal bersaing di papan atas. Dia kemudian membandingkan timnya dengan Manchester United yang sudah terbiasa menjalani hal semacam ini dan tahu apa yang harus dilakukan di saat-saat akhir.
"Seperti saat Anda melihat Manchester United, mereka tahu bagaimana untuk melakukannya, mereka tak pernah gugup. Mereka juga kadang tidak menang, tapi mereka selalu bangkit dengan serangkaian kemenangan," ujar playmaker asal Belanda ini.
"Kami juga pernah mencatat serangkaian hasil fantastis, tapi saat kami kalah sekali atau dua kali kemudian kami agak gugup dan itulah yang terjadi akhir-akhir ini," jelasnya.
"Itu adalah inkonsistensi dan kami harus menghilangkannya. Kami harus mulai terbiasa dengan fakta bahwa kami bukan tim biasa. Kami adalah tim top dan kami punya pemain-pemain top," tegas Van der Vaart.
(mfi/a2s)