Meski bertindak sebagai tim tamu pada laga Minggu (10/1/2010) sore WIB,Β Brunei mampu unggul di kuarter pertama dengan 22-19. Namun keunggulan itu tak mampu dipertahankan sehingga mereka pun keteteran di tiga kuarter tersisa dan harus mengakui kemenangan 84-98 untuk SM.
"Kamu mengubah taktik dari man to man marking ke zonal. Dan SM pun mampu menekan kami dari tembakan tiga angka para pemainnya. Kami pun akhirnya kalah," ungkap manajer tim, Benny Ang Wee Han, seusai laga kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun kalah, kami mengalami peningkatan dari pertemuan pertama di mana kami kalah 35 angka. Sekarang cuma 14 poin," tukasnya.
Pihak lawan pun memuji penampilan SM yang dinilai sebagai kandidat juara di ABL.
"SM adalah tim yang kuat dan mungkin lebih kuat dari Philippine Patriots, namun mereka harus membuktikannya dulu."
Meski kalah, Barracudas masih berkesempatan lolos ke babak final four asal memenangi dua partai tersisa dan Singapore Slingers yang berada di atasnya tergelincir.
Posisi tim yang diasuh mantan pelatih beberapa klub IBL, Bong Ramos, itu adalah keempat dengan 17 poin dari 12 laga berlalu.
"Kami awalnya ikut turnamen ini hanya untuk menunjukkan bagaiman perbasketan di Brunei Darussalam itu. Namun kami tak menyangka juga bisa sejauh ini. Mudah-mudahan kami bisa lolos ke babak final four," harap Benny sambil menutup sesi wawancara.
(mrp/arp)











































